11 06 2012 Taman Lalu Lintas: Taman Rekreasi, juga Taman Pendidikan
TAMAN
Lalu Lintas diresmikan pada tahun 1958. Awalnya, taman
ini dibangun sebagai sarana
pendidikan informal, untuk menanamkan etika berlalu-lintas
bagi anak-anak. Dalam perkembangannya, taman yang satu ini, juga menjadi sarana rekreasi yang menjadi tujuan wisata keluarga.
Secara historis, taman ini merupakan taman lalu-lintas pertama di
Indonesia. Nama taman yang terletak di Jl. Belitung No. 1 Kota Bandung ini, bernama
“Taman Lalu-Lintas
Ade Irma Suryani Nasution.” Tujuannya, untuk mengenang
pahlawan cilik, putri almarhum Jenderal Bintang Lima
(Purn) Abdul Haris Nasution.
Ade Irma
Suryani meninggal tertembak dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI, ketika
para mereka mencoba menculik ayahnya tahun 1965.
Itulah, salah satu pertimbangan taman lalu-lintas ini
diberi nama “Taman Lalu-Lintas Ade Irma Suryani Nasution.”
Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani
Nasution, tempat yang tepat bagi anak belajar kelalulintasan. Di taman yang
sejuk dan nyaman ini, anak-anak bisa menikmati berkendaraan dengan sepeda atau
kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas.
Pendeknya, anak-anak bisa langsung
mempraktikkan pelajaran kelalulintasan dalam suasana yang nyaman, dan permainan
yang menyenangkan. Lingkungan taman yang
luas, hijau, dilengkapi dengan kursi-kursi taman, dan sejumlah fasilitas
menarik lainnyadapat menjadi tempat rekreasi keluarga.
Favorit Keluarga
Narti,
salah satu pengunjung mengaku sengaja datang ke Taman Lalu Lintas untuk
rekreasi. “Biar anak-anak senang, kan
hari libur, juga sekalian bisa belajar sambil
bermain,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Maya (30), yang datang bersama kedua
anaknya. Ia mengaku sengaja datang bukan sekadar rekreasi semata, tapi juga
mengenalkan anak-anaknya pada rambu-rambu berlalu-lintas, yang memang lengkap
di lokasi wisata yang satu ini.
“Lokasi ini memang favorit bagi banyak keluarga, terutama yang memiliki
anak-anak di bawah sepuluh tahun,” jelas Maya.
Taman
Lalu-Lintas merupakan salah satu taman kota
yang masih terjaga. “Tidak ada taman rekreasi,
sekaligus taman pendidikan di Kota Bandung, selain
Taman Lalu Lintas,” kata Endang, Pengawas
Korlap dan Keamanan saat ditanya daya tarik Taman Lalu Lintas,
Minggu (10/6) siang.
Pengunjung
Taman Lalu Lintas terus meningkat dari zaman ke zaman. Dalam setiap
harinya, tak pernah sepi pengunjung.
Rata-rata 4.000-5.000 pengunjung
datang setiap harinya, dan 12.000 orang pada hari-hari libur.
Ketika hari-hari liburan, tugas para
pegawai
di taman ini jauh lebih sibuk. Bahkan untuk melayani
pengunjung pun, pukul
08.00 WIB sudah harus ada
di tempat. Terutama untuk melayani
pengunjung yang datang dari luar kota. Juga untuk
menyiapkan sarana yang tersedia di taman ini, seperti korsel, kereta
api mini, kolam renang dan sebagainya.
Berharap Tetap di Dalam Kota
Taman
Lalu Lintas dikelola oleh Yayasan Taman Lalu Lintas. Tetapi,
pemerintah dan sejumlah pihak, juga turut membantu. Walikota Bandung Dada Rosada misalnya, ikut
menanam 500 pohon, Satlantas juga tak ketinggalan memberikan sumbangan. Pun demikian pihak lainnya.
Pendeknya, banyak pihak yang peduli.
Setiap
hari buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB,
kecuali hari Jumat, libur.
Tiket masuk hanya enam ribu rupiah. Fasilitas
tersedia terbilang lengkap, dari sarana bermain anak-anak, rambu-rambu lalu lintas, taman bunga, panggung
terbuka, mushola, gedung serbaguna, dan fasilitas pendidikan.
“Kami
ingin meningkatkan Taman Lalu Lintas ini menjadi lebih
baik dan lebih maju dari sekarang. Dan tetap di dalam kota, agar strategis,” kata Endang, seraya mengungkapkan sempat munculnya rencana
memindahkan taman
ini. [Penny
Yuniasri | Santi
Sopia | BandungOKE.Com]
Berita ini telah dibaca 00230 kali.
Berita terkait Taman :
|