Lenglang - Foto: Irman

 
14 07 2012
Pedagang Ayam Mogok Jualan Sepekan, Warga Bandung ‘Galau’

SEDIKITNYA 6000 pedagang ayam potong di Bandung dan sekitarnya mogok jualan dan meninggalkan lapak mereka di belasan pasar tradisiopnal. Bahkan diperkirakan mogok yang dilakukan pedagang akan memakan waktu sepekan.

“Semua pedagang mogok. Kami menuntut supaya pemerintah menurunkan harha daging ayam,“ kata Ketua Persatuan Pedagang Daging ayam Badung, Yoyo Sutarya, (13/7/2012).

Mogok masal pedagang ayam se-Bandung Raya tersebut buntut dari tidak adanya respon dari Pemda Jabar soal tuntutan penurunan harga sehari sebelumnya, yaitu ketika berdemo (12/7/2012) di halaman Gedung Sate.

“Dalam musyawarah dengan anggota DPRD Jabar, tak ada seorang pun anggota dewan yang peduli atas naiknya harga ayam. Karena tak ada keputusan kami sepakat untuk mogok. Biar Bandung kiamat ayam,“ tandasnya.

Yoyo menyatakan enam ribu pedagang akan mogok juan selama sepekan terhitung Jumat hingga Jumat mendatang. “Apakah diperpanjang atau tidak mogok tersebut, tergantung keputusan pemerintah. Kalau harga ayam turun kami berjuan kembali,“ katanya.

Yoyo meminta supaya pemerintah menyeragamkan harga ayam di pasaran. Saat ini di pasar induk harga daging ayam Rp 27 ribu per Kg, sedang di pasar tradisional Rp 35 ribu. Idealnya harga daging ayam Rp 22 ribu. Harga itu bisa ditolelir lantaran tak begitu barat baik untuk penjual atau pembeli.

Berdasar pemantauan, di pasar tradisional Ciwastra dan Kordon tercatat 100 lapak penjual daging ayamn kosopng. Mereka tak berjulan karena harga sangat mahal. “Pedagang ayam akan berjualan kembali setelah harga turun,“ tandas Arman (40), seorang pedagang.

Dia mengakui, mogok jualan pedagang ayam sejak Jumat subuh membuat kalangkabut ibu rumah tangga di Bandung. Mereka yang akan membeli daging terpaksa balik lagi karena pedagang mogok jualan. (BIE/Bandungoke.com)



Berita ini telah dibaca 00175 kali.


Berita terkait Pedagang :
 

  

  

  

  

 

Komentar Anda:


Berita lainnya:


About Us | Susunan Redaksi | Iklan | Disclaimer |