-

 
30 07 2012
LSM: Penyaluran Dana Hibah Layak Dipertanyakan

SEJUMLAH LSM Kota Bandung menilai, penyaluran Dana Hibah Pemkot Bandung tahun 2012 dipertanyakan. Dari hasil penemuannya, terdapat 26 penerima yang mendapatkan lebih dari satu dana hibah dengan besaran yang berbeda.

Demikian diutarakan Ketua Pusat Pengembangan Informasi Publik (P2IP), Suryawijaya mewakili gabungan LSM seperti Forum Diskusi Anggaran (FDA), Keluarga Mahasiswa Bandung Raya (KM-Bara), Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB), Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat (Walhi-Jabar), dan LBH Bandung, Perkumpulan Inisiatif, Pusat Pengembangan Informasi Publik (P2iP).

Dalam Konferensi Pers di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Senin (30/7), Surya menilai, beberapa nama penerima, baik perorangan, lembaga atau organisasi serta kelompok mendapatkan lebih dari satu bantuan hibah. Atau dengan kata lain menerima ganda dengan nilai yang fantastis sekitar Rp28,56 miliar, bahkan penerima menggunakan alamat sama namun dengan nama lembaga berbeda

"Setidaknya terdapat 184 penerima, yang menggunakan 78 alamat yang sama dengan jumlah total dana sebesar Rp63,66 miliar, dan sekitar 64 penerima tidak mencantumkan alamat yang jelas dengan nilai total dana yang akan diterima kurang lebih Rp6,645 miliar. Ini jelas tidak memenuhi salah satu persyaratan penerima hibah, yaitu punya alamat sekretariat tetap. Malah ada alamat kantor partai yang jadi penerima hibah," tambah Surya.

Bahkan, lanjutnya, yang mencengankan, adanya temuan yang diduga terjadinya penyelewengan dana hibah lainnya yaitu, organ bentukan PNPM Perkotaan juga menjadi penerima hibah. Juga instansi vertikal pemerintah dapat hibah. Meski secara aturan itu tidak dilarang

Dari hasil kajian terhadap belanja hibah tahun 2012. mereka menemukan bahwa besaran alokasi hibah saja sudah tidak jelas. Berdasarkan Perwal No 110/2012 total belanja hibah yaitu Rp 435,9 miliar. Sementara pada Surat Keputusan Walikota Bandung No 978/Kep.258-DPKAD/2012 yang merupakan turunan dari perwal sebelumnya tertera Rp 389 miliar.

Jadi ada ketidakjelasan. “Bahkan kami memiliki salinan pernyataan Sekda Bandung pada 11 Juli lalu yang mengatakan, dana hibah tahun 2012 besarnya Rp493 miliar. Jadi dari sumber alokasinya saja kami lihat tidak punya pegangan jelas," katanya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya keanehan dalam penyaluran dana hibah Kota Bandung tahun 2012. KPK menemukan adanya penerima perorangan yang menerima Rp200 juta. [] Jaka | BandungOKE.Com




Berita ini telah dibaca 00532 kali.


Berita terkait LSM: :
 

  

  

  

  

 

Komentar Anda:


Berita lainnya:


About Us | Susunan Redaksi | Iklan | Disclaimer | | RSS 1 | RSS 2