MOCHILOK - Bukan sekadar mochi biasa

 
21 12 2013
Mochilok Bukan Sekadar Mochi Biasa

MAKANAN tradisional berbahan dasar tepung ketan dan sagu: mochi dan cilok alias 'aci dicolok' memang digemari banyak kalangan. Kini kedua makanan ini dapat divariasikan dengan aneka rasa dan bahan. Hasilnya moci dan cilok menjadi santapan lezat di segala suasana.

Mochilok dapat ditemukan di Kedai Mochilok Jl. Sekeloa 31, Dipatiukur, Bandung. Di tempat ini terdapat menu mochi dan cilok yang dapat memanjakan lidah penikmatnya. Namun mochilok ini boleh jadi berbeda dengan moci umumnya. Mochi yang satu ini dipadukan dengan berbagai  jenis es krim.

Salah satu menu favorit yang disajikan mochi es krim green tea. Mochi ini boleh jadi hanya bisa ditemui di Mocilok. Menurut pemilik kedai Mochilok, Imannudin (30), ide membuat mochilok terinspirasi dari mochi dan cilok. Dari sini terinspirasi membuat makanan tradisional ini menjadi makan moderen. “Mocilok beda dengan moci yang lainnya,” tutur Iman.

Selain green tea, berbagai sajian rasa moci juga tersedia. Antara lain strawberi, tiramisu , babyblue, durian, dan coklat. Selain rasa moci yang menggoda selera, menu - menunya beragam dengan nama unik dan mudah dikenal, seperti mochi black . Artinya rasa mochi ini tidak terduga rasanya. Babyblue, mochi yang berisi es krim vanilla blue.

Soal harga, satu moci es krim cukup terjangkau, yakni Rp.4000-Rp.5000. Bila ingin mencicipi cilok bakar barbeque, tinggal merogoh kocek Rp2500 per tusuk.

Selain di Jl.Sekeloa, kedai mochi milik Imannudin juga tersedia di beberapa cabang miliknya. “Mochilok ini memiliki 6 cabang, yakni di Antapani, Cimahi, Ujungberung, Sarijadi, Kopo, dan Cibiuying.

Setiap harinya, kedai Mochilok ini buka pukul  13.00 – 20.00.  Diakui Imannudin, saat ini penggemar mochilok semakin banyak, omzet per hari pun semakin melangit, sekitar Rp.10.000.000 satu cabang. [] Intan Umbari Prihatin | Jurnalistik UIN Bandung | BandungOke.com



Berita ini telah dibaca 01815 kali.


Berita terkait Mochilok :
 

  

  

  

  

 

Komentar Anda:


Berita lainnya:


About Us | Susunan Redaksi | Iklan | Disclaimer | | RSS 1 | RSS 2