12 07 2012 Harga Naik 30%, Pedagang Ayam Bangkrut!
Harga ayam naik 30%
Kami bandar dan pedagang
bangkrut!
Awas!!!
Bandit-bandit spekulan
ayam potong!
Pemprov Jabar
Harus turun tangan
Stabilkan harga Ayam!
ITULAH penggalan kata-kata yang diusung puluhan pelaku aksi demo
di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (12/07). Para pendemo
yang mendesak Gubernur Jawa Barat untuk segera turun tangan mengatasi gejolak
harga ayam yang tidak terkendali.
Aksi
demo itu digelar Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jabar dan
Persatuan Pedagang Hayam Bandung (PPHB). Para pelaku demo, dalam aksinya itu, juga mengancam akan mogok jualan besok hingga
ada solusi nyata dari Pemprov Jabar dan pihak terkait.
Bila
ada pedagang ayam yang nekat jualan, Pesat Jabar dan PPHB akan menegurnya.
"Kalau besok ada yang jualan, kita akan tegur," kata Ketua PPHB Yoyo
Sutarya, Kamis (12/7/2012).
Para
pendemo yang berkisar 50-orang itu mendesak Gubernur Jawa Barat untuk segera
turun tangan. Gubernur Jabar juga diminta mengawasi harga pakan ayam atau pun bibit, karena para pedagang
mensinyalir ada yang melakukan monopoli, sehingga berimbas pada kenaikan harga
ayam yang tidak terkendali.
Harga
standar ayam berkisar Rp22 ribu sampai Rp24 ribu perkilo, tapi saat ini harganya
mencapai Rp30 ribu lebih. "Dalam
setiap harinya, saya rugi dari Rp1.000 sampai Rp2.000 perkilonya,"
ujar Yana, salah seorang pedagang ayam, yang ikut gabung dalam aksi demo itu.
Dalam
aksinya, para pendemo membawa keramba ayam yang kemudian membakarnya. Mereka
juga mengacungkan kaki dan kepala ayam yang disalib dengan kayu. "Ini
adalah simbol kenaikan harga ayam," teriak pendemo.
Para
pendemo, juga membawa sejumlah poster tuntutan dan desakan kepada Pemprov
Jabar, agar segera turun tangan mengendalikan gejolak harga ayam. Di poster
yang lain, mereka juga menyatakan, “Harga
Ayam Naik 30%, Kami Bandar dan Pedagang Bangkrut! [] Nazmi
| BandungOKE.Com
Berita ini telah dibaca 00236 kali.
Berita terkait Harga :
|