Temukan Harga Obat dan Oksigen Lebihi HET, Ini Langkah Tegas KPPU Kanwil III Bandung

40

BandungOke,– Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) Kantor Wilayah III Bandung menemukan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi untuk Obat Corona virus Disease 19 (Covid 19) dan Oksigen di
wilayah kerja KPPU Kanwil III Bandung.

“Hasil survey kami di marketplace, apotek dan distributor, kami menemukan harga obat Covid 19 dan oksigen naik cukup tinggi,” ujar Aru Armando, Kepala KPPU Kanwil III Bandung dalam keterangan resminya. Kamis (8/7/2021)

Bahkan, tegasnya, untuk oksigen khususnya yang oksigen portable, ditemukan kenaikan harga dalam rentang 16% – 900%. Selain Oksigen, di wilayah kerja KPPU Kanwil III yang meliputi Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, ditemukan juga harga obat Covid 19 yang dijual diatas Harga Eceran Tertingginya (HET) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi Covid 19.

“Contohnya, harga obat Favipirapir 200mg berkisar antara Rp. 55.000-Rp. 80.000 perbutir yang melebihi HET (Rp. 22.500/tablet).” terangnya.

Dalam pantauan KPPU Kanwil III Bandung, temuan tersebut mayoritas terjadi untuk penjualan obat dan oksigen secara online (daring).

Memperhatikan temuan tersebut, Kakanwil III KPPU Bandung menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri dan tidak memanfaatkan situasi. Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak KPPU Kanwil III
Bandung berencana untuk mengundang para pelaku usaha terkait untuk mendapatkan keterangan mengenai temuan yang didapatkan.

Selain itu, KPPU Kanwil III Bandung meminta pihak marketplace untuk turut serta melakukan pemantauan agar aplikasi marketplace nya tidak menjadi sarana pihak atau oknum yang tidak bertanggungjawab,
memperoleh keuntungan eksesif di masa darurat pandemi Covid 19.

“Mayoritas temuan kami memang ada di marketplace, dan yang cukup memprihatinkan, produk yang dijual tersebut, meskipun sangat mahal, tetap dibeli oleh konsumen,” pungkasnya.