Tiga Pesan Atalia Kamil Bagi Milenial Jabar Untuk Jadi Pemimpin Tangguh, Apa Saja ?

64
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya membuka Webinar Millenial Talks Special HUT RI dan HUT Pramuka Ke-60 yang diinisiasi Badan Kesatuan bangpol Provinsi Jawa Barat. Foto (istimewa)
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya membuka Webinar Millenial Talks Special HUT RI dan HUT Pramuka Ke-60 yang diinisiasi Badan Kesatuan bangpol Provinsi Jawa Barat. Foto (istimewa)

BandungOke.Bandung,– Sebanyak 500 peserta dari kalangan milenial Jawa Barat mengikuti Webinar Millenial Talks Special HUT RI dan HUT Pramuka Ke-60 yang diinisiasi
Badan Kesatuan bangpol Provinsi Jawa Barat.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya dalam pembukaan acara mengatakan, seorang pemimpin harus bisa membawa gerbongnya ke arah yang lebih baik.

Jika generasi milenial sekarang merupakan calon pemimpin mendatang. Namun untuk menjadi seorang pemimpin bukan sesuatu yang mudah.

“Seorang calon pemimpin harus mampu bekerjasama dengan orang lain atau gotong royong, terlebih di negara yang sangat beragam suku bangsa, agama maupun rasnya,” ujar Atalia dalam keterangan resminya. Rabu (19/8/2021)

Webinar Millenial Talks Special HUT RI dan HUT Pramuka Ke-60 yang diinisiasi Badan Kesatuan bangpol Provinsi Jawa Barat. Foto (istimewa)
Webinar Millenial Talks Special HUT RI dan HUT Pramuka Ke-60 yang diinisiasi Badan Kesatuan bangpol Provinsi Jawa Barat. Foto (istimewa)

Oleh karena itu, ungkap Atalia, generasi milenial harus berpegang teguh pada tiga hal yakni connected, confidence dan creative termasuk agama.

“Sebelum menjadi seorang pemimpin, kalian harus mengikut dulu atau menjadi anggota salah satu partai, atau anggota Paskriba, Pramuka, Moka atau organisasi kepemudaan terlebih dahulu untuk belajar menjadi seorang pemimpin,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman mengatakan seorang pemimpin harus memegang teguh nasionalisme, Menurut Bedi, nasionalisme Indonesia itu berakar dari agama, suku bangsa, budaya daerah yang berbeda-beda serta keturunan seperti Arab, Cina, maupun lain.

“Secara tidak langsung orang-orang keturunan berkontribusi pada kebudayaan Indonesia sejak jaman dulu. Keberagaman ini kemudian dibingkai secara harmoni oleh Pancasila,” ujarnya.

Bedi pun menyebutkan jika nasionalisme menjadi bukti sebagai alat meraih atau merebut kemerdekaan dari para penjajah. Ini sangat berbeda ketika masih masa kerajaan atau primordial, dimana setiap daerah atau kerajaan gigih melawan penjajah namun selalu kandas.

“Namun berbeda ketika masyarakat Indonesia mulai sadar dengan kesatuan dan persatuan, yang diawali dengan berdirinya Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda dan sebagainya, sehingga muncul kesadaran faham nasionalisme yang berhasil merebut kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 oleh Sukarno- Hatta,” paparnya.

Lebih jauh Bedi mengatakan, jika paham nasionalisme ini sangat ditakuti oleh Belanda (penjajah). Oleh karena itu sangat penting menjaga persatuan dan kesatuan (nasionalisme) disaat seperti sekarang ini hingga masa depan. Dan jangan melupakan sejarah (Jas Merah).

“Ini menjadi tugas berat bagi warga Indonesia, khususnya genereasi Z sekarang ini,” tambahnya.

Selain Atalia Praratya dan Bedi Budiman, serta Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat Iip Hidayat, hadir pula Dalillah Nurhasana Milenial Influencer.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Jabar Dr. Drs. H.R. Iip Hidajat M.Pd menjelaskan acara Millenial Talks ini diselenggarakan dalam rangka Hari Pramuka yang ke-60 dan HUT RI Ke-76, dengan mengusung tema “Milenial Jabar Tangguh Berbakti Tanpa Henti Indonesia Tumbuh”

“Acara ini secara khusus mengundang Kader Terbaik masa depan bangsa, yaitu pramuka,paskribraka, Mojang Jajaka, OSIS dan seluruh komponen muda millennial Jawa Barat.” Ujar Iip.

Menurutnya, semangat kepanduan yang disulut oleh api kemerdekaan adalah mesin pendorong perubahan yang luar biasa, terutama ketika bangsa kita sedang menghadapi Pandemi Covid -19 yang sudah memasuki tahun kedua.

Pramuka, Paskibraka dan seluruh komponen muda millennial adalah potensi kader-kaderbangsa dari perubahan Indonesia yang lebih maju di masa depan sekaligus pewaris api kemerdekaan dan para pediri bangsa.

Iip menjelaskan, Pramuka dalam kesehariannya memiliki tiga prinsip sekaligus janji dalam melaksanakan kehidupan kesehariannya yang tercantum dalam Tri Satya Pramuka, janji terhadap tuhan dan negara, janji terhadap sesame dan janji terhadap diri sendiri dalam bentuk yang lain tentunya Paskribraka, Mojang Jajaka dan para pengurus OSIS yang memiliki janji dan kode etik kehormatan masing-masing, yang pada intinya janji sumpah setia kepada Tuhan YME, kepada Negara dan kepada sesama.

“Pada masa Pandemi Covid-19 ini para anggota Pramuka, Paskibraka, OSIS dan Moka membutuhkan motivasi dan inspirasi untuk tetap berjuang dan berbakti kepada negeri dengan tanpa henti khususnya bagi Jabar.” Pungkasnya.ยง