Jaga Tradisi dan Kearifan Lokal, Milenial PAN Jabar Gelar Kontes Ayam Pelung

73

BandungOke,– Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal suatu wilayah. Satu diantaranya seperti yang dilakukan oleh Milenial PAN Jabar dan Komunitas Ayam Pelung.

Terkait dengan hal itu, Wakil ketua umum Milenial PAN Jabar Umbara Wijaya Saputra menegaskan jika pihaknya sangat mendukung dengan berbagai upaya pelestarian budaya di Jabar. Salahsatunya seperti kontes ayam pelung yang notabanenya seni warisan leluhur masyarakat Jabar.

“Melalui kontes ini kami mengajak kepada seluruh generasi muda untuk perduli kepada endemi atau hewan asli jawa barat, karena berbicara ayam pelung tidak hanya peternakan, tetapi ada tradisi, budaya lokal, itu yang kita akan kembangkan sebagai generasi milenial,” ujar Umbara saat ditemui di lokasi kontes, Jalan Cibaduyut Bandung, Minggu (19/9/2021).

Umbara menuturkan, melalui bakti milenial Jabar ini, gerakan peternak muda bisa menggeliat, khususnya di kota Bandung. Selain itu melestarikan tradisi harus dijaga oleh generasi milenial.

“Ini akan menjadi percontohan, dalam waktu dekat kita akan menggelar kontes serupa di cianjur yang merupakan tempat asal mula ayam pelung itu hadir. Kita akan gelar lebih besar dengan mengundang peserta lebih banyak, khususnya anak muda yang hobi ayam pelung,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga mengaku telah menerima keluhan dan aspirasi dari para peternak ayam tentang harga pakan yang tinggi sehingga memberatkan para peternak.

“Kami mendapati keluhan dan persoalan dari para peternak ayam, terkait polemik peternak seputar harga pakan yang tinggi. Ini akan kita bawa ke komisi lV DPR RI, agar ada solusinya. Tentunya ini merupakan aspirasi masyarakat khususnya peternak yang sudah berjuang menjaga kebutuhan pangan dan menjaga tradisi,” tandasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Penyelenggara Wisnu menjelaskan, kontes ini baru digelar, setelah hampir 2 tahun vakum. Digelarnya kontes tersebut sebagai upaya menularkan tradisi warisan para leluhur Sunda, kepada kaum milenial.

“Harapan kami untuk para pemuda di peternakan dapat menularkan tradisi ini. Dengan dukungan para mahasiswa dari Universitas Persatuan Islam fakultas peternakan juga Milenial PAN Jabar. Kedepan gelaran ini dapat menjadi pondasi terhadap generasi milenial untuk lebih mencintai tradisi sendiri,” tegas Wisnu.

Wisnu menjelaskan dalam kegiatan ini, ada 210 peserta yang datang dari berbagai wilayah Jawa Barat, dan tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan, jaga jarak dan pembatasan orang di lokasi kontes. Menurutnya animo yang besar terhadap kontes ini, dapat menjadi acuan untuk lebih menggelar event yang lebih besar.

Seperti diketahui dalam kontes ayam pelung, ada 3 kategori yang dinilai tim juri, yaitu, penampilan, suara dan bobot badan. Ke 3 kriteria lomba tersebut, dinilai pada seluruh peserta dan panitia penyiapkan 26 hadiah dan piala, berupa, 20 untuk kategori suara, 3 untuk kategori penampilan, 3 untuk kategori bobot badan.