Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Sejarah Tari, Een Herdiani Ingatkan Akan Pentingnya Arsip Tari

36
Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Een Herdiani dikukuhkan sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Sejarah Tari, di Gedung Sunan Ambu, ISBI Bandung. Senin (18 Oktober 2021).
Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Een Herdiani dikukuhkan sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Sejarah Tari, di Gedung Sunan Ambu, ISBI Bandung. Senin (18 Oktober 2021)

SPOL.Bandung,– Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Een Herdiani, mengatakan menari adalah sebuah arsip yang harus dilestarikan kepada masyarakat, sehingga, masyarakat seringkali melupakan bagaimana tari ini diarsipkan. Baik itu arsip budaya, atau arsip para kultural maupun arsip estetik.

“Oleh sebab itu kita berharap, seluruh seniman pelaku dunia tari khususnya, jangan melupakan masalah arsip. Kemudian apapun peristiwa atau event apapun saudara-saudara lakukan, harus diarsipkan dan harus didokumentasikan, sehingga itu akan menjadi jejak sejarah tari di Indonesia,” Ujar Een Herdiani, usai dikukuhkan sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Sejarah Tari, di Gedung Sunan Ambu, ISBI Bandung. Senin (18 Oktober 2021).

dokumentasi tari itu memang ada, tuturnya, namun belum didigitalkan dan perlu didatakan. Data itu bukan hanya sebagai digitalisasi saja, tetapi tentu saja penjelasan metadatanya ini harus dilakukan, karena ini akan menjadi sangat penting ke depannya.

“Kita melihat bagaimana tari-tari tradisi khususnya, sudah banyak kehilangan jejak, tapi tentu saja nanti ketika ada digitalisasi seni tari khususnya di tradisi ini, perlu didigitalkan dan di metadatakan. Sehingga masyarakat ke depan para generasi kita, akan mengetahui tentang tradisi kita,” ujarnya.

Een menegaskan jika keberadaan profesor atau guru besar bukan hanya penting untuk lembaga pendidikan tinggi, tapi juga penting untuk bangsa dan negara serta umat manusia karena perannya menyumbangkan ilmunya.

“Semoga para dosen ISBI Bandung dapat bekerja keras untuk mencapai titik tertinggi di jabatan seorang dosen dan punya kesempatan menjadi guru besar. Hal ini sebagai upaya kami dalam mengembangkan berbagai kebijakan dan program dalam rangka memfasilitasi, mendorong serta meningkatkan capaian guru besar,” ujarnya.

Pengukuhan guru besar berupaya merayakan kejujuran, kepedulian, serta kesederhanaan dari buah pemikiran para guru besar di ISBI Bandung.

Dia berharap, acara prosesi pengukuhan ini ISBI Bandung agar gelar professor yang diemban oleh setiap Guru Besar dapat menjadi langkah yang baik untuk terus menghasilkan karya serta menularkan energi positif bagi kemajuan ISBI Bandung, dan masyarakat luas pada umumnya

Adapun agenda kegiatan prosesi pengukuhan diisi oleh pemutaran-pemutaran film biografi Een Herdiani, kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang berjudul “Tubuh Penari Sebagai Arsip dan Artefak Kultural” dan ditutup dengan sajian karya refleksi dari orasi ilmiahnya yaitu “Tubuh Artefak Kultural”.****