PERGUNU Dukung PTM untuk Jaga Kwalitas SDM Indonesia

38

Bandung.BandungOke,– Ketua PERGUNU Jabar H. Saepulloh, M.Pd. menyatakan dukungan penuh terhadap Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang mendorong dilaksanakannya PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Hal tersebut, selaras dengan program Pemerintahan Jokowi “SDM Unggul”, yang tidak boleh reda hanya karena Pandemi.

Namun kehati-hatian dalam menjalankannya sangat diperlukan, karena vaksin belum mencakup seluruh guru dan siswa, dan beberapa siswa usia tertentu belum diperbolehkan vaksin. Dengan demikian berhati-hati dan tetap menjalankan protokol kesehatan adalah langkah wajib, menurut Ketua PERGUNU Jabar.

Munculnya yang positif setelah melakukan PTM dipastikan akan terjadi, namun tidak boleh menghentikan pelaksanaan PTM. Solusinya, bagaimana kita mencegah, melokalisir yang postif, dan menyembuhkannya. Dan itu adalah kerjasama seluruh stakeholder pendidikan, bukan hanya Bapak Mendikbudristek, tapi orang tua, guru, komunitas sekolah, siswa, dan lingkungan sekolah, dan keluarga, imbuh Ketua PERGUNU Jabar. Optimalisasi peran UKS/M (Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah) dalam Satgas Covid-19 sangat diperlukan.

Sementara itu, Asep Rukmana, selaku Ketua LPPT PERGUNU, Lembaga Pengembangan Pengobatan Tradisonal PERGUNU menyampaikan bahwa Herd Immunity melalui vaksin adalah salah satu solusi yang nyata yang sedang digarap pemerintah.

Bersamaan dengan itu sangatlah tidak salah, bahkan cenderung sangat berbudaya, jika Bapak Mendikbudristek mengingat dan punya keberanian menjalankan budaya, tradisi nusantara yang sudah mengakar, dan terbukti ampuh untuk mencegah bahkan mengobati virus Covid-19. Salah satu budaya, tradisi nusantara itu, yang kebetulan menjadi buah karya dari LPPT PERGUNU Jabar, yaitu Jamu tradisi nahdiyin, Jamu AVC.

Ketua PERGUNU menambahkan bahwa diperlukan langkah untuk meningkatkan kesadaran kemerdekaan belajar yang sebenarnya. Bonus demografi harus mulai digarap dari sekarang.

Di sisi lain, mengingat banyaknya yang sudah vaksinasi 2 kali dan terpapar, bahkan sampai meninggal dunia; dia mengingatkan “PTM tetap dijalankan, supaya learning loss bisa diminimalisir dengan syarat pemerintah melalui Bapak Mendikbudristek bisa menjamin keselamatan dan kesehatan guru dan siswa; karena yang divaksin itu tidak ada jaminan tidak bisa terinfeksi covid-19 (dalam istilah ilmiah disebut Breakthrough Case), apalagi siswa atau mahasiswa belum divaksin atau belum bisa divaksin”.

Alasan yang sangat masuk akal, apalagi kita sebagai orang tua memperoleh kesimpangsiuran informasi dan fakta di lapangan yang tidak seindah yang disampaikan. Tidak sedikit sekolah yang sudah tatap muka, kembali tutup lagi, dan menyisakan korban covid-19 di kalangan guru yang sudah divaksin, lebih lagi siswa yang belum atau belum bisa divaksin.

Gus Saepulloh menambahkan adalah tanggung jawab pemerintah supaya orang tua, guru, dan stakeholder pendidikan lainnya meyakini dan menjalankan bahwa PTM sangat penting untuk Indonesia, dan PERGUNU mendukung hal tersebut.

Ketua LPPT menambahkan, “Jika saya diberi kewenangan berpendapat, sederhana sekali pendapat saya “tidak salah melirik tradisi Indonesia”, “tidak salah jika melirik tradisi nahdiyin”, jamu AVC buah karya LPPT PERGUNU yang diijasahi rotibul qubro oleh Habieb Luthfi bib Yahya, yang sangat aman diminum dari mulai bayi, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan yang punya komorbid.

Semoga Bapak Mendikbudristek berkenan membuat seluruh stakeholder pendidikan merasa tenang dalam menjalankan PTM dan menjadi solusi untuk mutu pendidikan Indonesia, sehingga bonus demografi bisa benar-benar dinikmati dan disiapkan dari sekarang.

“PERGUNU mendukung sepenuhnya PTM yang diusung pemerintah, karena itu satu-satu langkah yang harus dilakukan segera dan tidak ditunda lagi.” Pungkasnya.