Gandeng UTama, 68 SMA SMK Optimis Bisa Tingkatkan Mutu Pendidikan

87

Bandung.BandungOke,– Sebanyak 68 SMA/SMK Negeri maupun swasta di bawah naungan Kantor Cabang Dinas (KCD) VII, Kota Cimahi dan Kota Bandung melakukan MoU atau kerjasama dengan Universitas Widyatama (UTama), kampus swasta No 1 di Kota Bandung versi Webometrics.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Seminar UTama, Gedung B, Lantai VI, Jalan Cikutra No 204 A, Kota Bandung, Selasa (26/10/2021).

Kasi Pelayanan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Siti Sadiah Yuningsih mengatakan, kerjasama tersebut merupakan upaya melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi kepada masyarakat, yakni bidang pendidikan untuk SMA/SMK khususnya.

“Dengan adanya kerjasama ini maka SMA/SMK dapat memanfaatkan fasilitas guna meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Yuyun, biasa disapa melalui siaran persnya, Rabu 27/10/2021).

Kerjasama tersebut kata Yuyun, juga bisa dimanfaatkan para kepala sekolah dan para dosen UTama. “Kolaborasi ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Berbagi metode pembelajaran bagaimana kurikulum merdeka belajar di sekolah,” imbuhnya.

Dengan kerjasama tersebut ia melanjutkan, juga menjadi peluang bagi siswa SMA/SMK untuk dapat lebih mudah memilih perguruan tinggi terbaik di Kota Bandung, seperti UTama. UTama pun menyediakan beasiswa bagi mereka.

Senada dengan Yuyun, Ketua MKKS SMA Kota Bandung, Andang Segara berharap MoU tersebut menjadi awal sinergitas antara SMA/SMK dengan UTama. Ia pun menyatakan siap untuk membuat program-program dalam membekali siswa dengan mendapatkan difasilitasi dan dipandu oleh UTama.

“Sehingga ke depan perguruan tinggi itu bukan suatu wadah atau tempat hanya untuk mahasiswa saja namun di sana nanti juga ada tempat untuk belajar siswa SMA SMK sederajat. Bisa belajar menggunakan fasilitas fasilitas kampus,” paparnya.

Sedangkan untuk peningkatan SDM guru dan kepala sekolah rencananya akan menyelenggarakan in house training, seminar, pelatihan dan lainnya. Terutama membekali para guru dalam implementasi pembelajaran berbasis digital.

“Kerjasama dengan perguruan tinggi bukan hanya dari proses belajar tapi bagaimana kepada guru dengan hal-hal yang terbarukan,” pungkasnya.