Eka Santosa Sebut Masyarakat Adat sebagai Benteng Terakhir Ketahanan Pangan

Bandung.BandungOke,– Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL berkenan mengunjungi Kawasan Ekowisata dan Budaya Alama Santosa (Alam Santosa) yang diterima oleh Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, sekaligus sebagai Duta Sawala (Sekertaris Jenderal/Sekjen) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, yang didampingi Rizki Akbar Fatoni Ketua Umum PADI (Perhimpunan Anak Desa Indonesia), Ade Wardhana Adinata CEO Minaqu Indonesia, para Ketua (Olot) dari Komunitas Masyarakat Adat se Jabar yang tergabung di BOMA, dan unsur terkait lainnya.

“Sesuai tema kunjungan Pak Mentan SYL, kami perkenalkan sosok dan kesiapan warga Jabar untuk bersama-sama mengembalikan marwah bangsa Indonesia melalui ketahanan pangan yang lebih berdimensi luas. Kebetulan kan Pak Mentan saat ini terpilih sebagai Ketua G-20 Bidang Pertanian, ini kesempatan baik bagi kita untuk saling memacu,” kata Eka Santosa yang dalam kesempatan ini selaku Duta Sawala BOMA Jabar memberikan pengakuan khusus bagi SYL sebagai warga Jawa Barat dengan anugrah gelar Sinatria Tatanen Nusantara.

Sementara itu Rizki Akbar Fatoni dalam kesempatan ini mendukung upaya percepatan kemajuan di bidang pertanian demi mendorong sistem pangan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di tengah krisis yang kita hadapi. “Jaringan PADI khususnya di Jabar dan Tanah Air siap berkolaborasi dalam kerangka aneka budidaya peningkatan sumber pangan melalui cluster-cluster baru di berbagai daerah.”

Lainnya, Ade Warhana Adinata berkolaborasi dengan Gerakan Hejo dan BOMA Jabar ditengah kesuksesannya menggenjot ekspor tanaman hias oleh para petani milenial dan kaum ibu-ibu, dalam satu tahun terakhir ke mancanegara dengan nilai transaksi sedikitnya Rp. 2,3 Triliun, telah berinisiatif membangun salah satu bagian di area Alam Santosa untuk dijadikan spot Tropical Garden yang diisi oleh aneka tanaman hias hoya (waxflower / waxplant).

Pada hari Rabu ini Mentan SYL berkenan meresmikan pencanangan Alam Santosa Tropical Garden, yang sedikitnya pada Juni 2022 akan dikunjungi oleh sekitar 2000-an buyer tanaman hias dari Eropa dan Amerika Serikat serta Asia dalam ramngkaian kunjungan mereka ke Indonesia (Jakarta, Bogor, Bandung, Yogya, dan Bali):”Pak Mentan SYL berkenan menanam perdana hoya callistophylla, yang diikuti oleh para pihak lainnya,” ujar Ade Wardhana.

Turut hadir dalam kunjungan Mentan SYL ke Alam Santosa yang memiliki dimensi khusus dan luas dalam kaitan pemberdayaan sedikitnya sekitar 10.000 ha lahan di Jabar oleh tanaman pangan dan tanaman hias berorientasi ekspor, tampak para akademisi di bidang pertanian, di antaranya Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, Dedy Djamaluddin Malik, dan Ir. Entang Sastraatmaja selaku Ketua DPD HKTI Jabar.

Lainnya, menurut Deni Tudirahayu yang akrab disapa Kang Ozenk selaku Ketua Penyelenggara menyebutkan nuasa penerimaan Mentan SYL:”Memang kental bernuansa adat dan kebiasaan para petani di tatar Sunda. Tadi di antaranya ada seni rengkong dari kampung adat Kuta di Ciamis, lalu dipadu tutunggulan dengan melibatkan puluhan kaum ibu-ibu. Inilah petani Jabar yang siap mendunia dalam hal peningkatan produktivitas pangannya.” (***)