6 Srikandi Jabar Diperkirakan Akan Ramaikan Pilkada Jabar, Salah Satunya Nurul Arifin

19

Bandung.BandungOke,– Meski masih beberapa tahun ke depan, namun riak politik baik pilpres maupun pilgub mulai muncul kepermukaan.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Politik Keamanan Universitas Padjajaran Bandung, Muradi mengatakan, untuk Pilgub Jabar jika Ridwan Kamil masuk dalam bursa pencalonan presiden maka posisi Gubernur Jabar akan lowong.

“Pemilihan Gubernur Jabar mendatang diprediksi bakal ramai, lantaran belum ada calon kuat untuk menggantikan Ridwan Kamil. Namun, pertarungan juga bakal diwarnai oleh para srikandi.” Ujar Muradi dalam diskusi media Road to Pilpres 2024: Survei, Konvensi, atau Jalan Lain? yang diselenggarakan Indonesian Politics Research and Consulting, di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis 18 November 2021.

Muradi menuturkan, sedikitnya 6 nama perempuan muncul untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024 mendatang. Di antaranya Desy Ratnasary, Nurul Arifin, Airin Rachmi Diany, Cellica Nurrachadiana, Netty Prasetiyani dan Atalia Praratya Kamil.

Bahkan dimungkinkan akan ada pasangan perempuan dan perempuan pada pilgub tersebut. Sehingga menjadi keunikan tersendiri pada pemilihan kepala daerah di provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia tersebut.

Menurut Muradi dengan adanya nama-nama tersebut berarti masyarakat Jawa Barat sudah semakin dewasa dan bisa menerima pemimpin perempuan. Meski bisa diambil contoh kasus Kabupaten Bandung yang mengusung dua perempuan sebagai calon bupati namun keduanya kalah.

“Langkah-langkah serius pun sudah mulai dilakukan oleh para perempuan itu. Semisal dengan mengambil langkah-langkah politik melalui cara kunjungan-kunjungan ke kelompok masyarakat,” ucapnya.

Disinggung mengenai peluang calon gubernur perempuan ini menurut Muradi peluangnya sama.

“Bahkan apabila Ridwan Kamil maju ke RI maka dimungkinkan Atalia dimajukan ke Pilgub Jabar dan bisa berhadapan langsung dengan calon kuat lainnya semisal Desy, Nurul, Netty, Airin dan Cellica. Elektoral sementara ini Desy masih unggul,” ujarnya.

Sementara saat disinggung mengenai Pilpres 2024 Muradi pun melihat adanya kemungkinan tiga pasang calon yang maju. Hanya saja hal itu masih melihat dinamika politik yang terjadi sebelum pilpres.

“Salah seorang diantaranya Jenderal Andika Perkasa, kemudian dua kepala daerah di Kalimantan dan Sumatera. Hanya saat ini belum terlalu lihat, mungkin mendekati pilpres baru akan tampak,” tegasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menyebut, pemilihan sosok yang akan maju pemilihan presiden berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sementara, untuk pemilihan kepala daerah melalui mekanisme penjaringan dan penyaringan dari bawah dan diputuskan oleh Ketua Umum dan DPP.

“Kalau di PDI Perjuangan sudah memiliki mekanisme tersendiri dalam memilih siapa-siapa yang akan maju dalam pilpres. Semuanya merupakan hak prerogatif Ibu Ketua Umum,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Asep Wahyuwijaya, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat, menekankan, hingga kini pihaknya tetap komitmen mendukung Agus Harimurti Yudhoyono untuk maju dalam pemilihan mendatang.

“Kita tetap mendukung Mas AHY untuk maju pada Pemilihan Presiden nanti. Apakah capres atau cawapres, akan dilihat dari dinamika yang ada kedepannya,” tandasnya.(***)