Benarkah Media di Simpang Jalan ? Ini Kata Praktisi dan Akademisi UIN SGD

Bandung.BandungOke,– Ketua Prodi Ilmu Jurnalistik Dr. Enjang Muhaemin mengatakan, kecepatan menjadi tuntutan utama untuk media saat ini. Namun, kecepatan ini harus di iringi dengan ketepatan data dan fakta.

“Kalau media saat ini tidak mengedepankan kecepatan media akan mati, terlindas oleh media yang lain” ujar Enjang dalam talkshow virtual My Ilkom edisi ke-13 baru baru ini.

Enjang menuturkan, saat ini masyarakat lebih suka dengan berita singkat dan tayangan pendek. Sehingga media akhirnya terpengaruh akan kebutuhan pasar.

“Jadi masyarakat juga mempengaruhi bagaimana media itu memproduksi. Tapi media pasti akan tetap bertahan dengan cara mengikuti perkembangan zaman lewat inovasi yang sesuai kebutuhan pasar.” Tegasnya.

Menurut nya, yang menjadi dasar perubahan peta dunia adalah perkembangan internet yang pesat. Sehingga proses berita hari ini menuntut kecepatan, menuntut wartawan untuk gerak cepat berlomba-lomba menggali data, menggali informasi untuk secepatnya di informasikan ke publik.

“Namun, hal ini membuat tingkat akurasi menjadi lemah, ditambah internet muncul apalagi sekarang pandemi, dimana wartawan tidak bisa terjun ke lapangan, maka informasi dan reportasi secara online itu menjadi tumbuh dengan subur,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Anan Surya selaku Video Jurnalis NET TV mengatakan, saat ini semua bisa membuat konten dan menceritakan apa yang ia dapatkan.

“Namun, validasinya masih kurang dan kurang bisa di pertanggung jawabkan.” Tegas Anan.

Masyarakat akan lebih percaya pada media media atau pada video-video atau informasi yang tersebar dari media sosial ketimbang dari media konvensional atau mainstream.

Apalagi media nya sudah berkubu-kubu dengan politik dan lain-lain. Padahal media mainstream ini mempunyai tingkat tanggung jawab yang besar ketimbang media yang abal-abal atau informasi yang kurang jelas.

“Nah ini semua bisa terjadi karena maraknya digitalisasi dan internet semua orang tanpa batas bisa akses informasi,” katanya.

Dalam era digital ini, ujarnya, menjadi tantangan bagi media, baik cetak, online mapun radio.

Kenapa karena sekarang itu serba mudah untuk diakses, simple dan tidak ribet, tanpa harus menyalakan tv terlebih dahulu, tanpa beli koran dan lain-lain, sekarang cukup dengan membawa hp kita bisa melihat dan mendapatkan informasi mualai dari tulisan, foto bahkan video.

Makanya tidak heran jika media-media saat ini juga ikut merambat pada digital seperti youtub.

Selain itu lanjut Anan, dengan digitalisasi saat ini tidak mengenal waktu untuk memberitakan suatu peristiwa, misal ada gempa yang terjadi pada malam hari, itu tidak bisa diberitakan ke esokannya, karena bakal keburu terberitakan oleh media lain, makanya kecepatan di era saat ini hampir menjadi prioritas demi mendapat trending.

“Makanya wartawan sekarang bila ada peristiwa terjadi di waktu istirahat, juga bisa memberitakan,”tandasnya. (****)