Forum Pangajar Pertanyakan Amdal Penambangan Batu Gunung Pangajar

30
Forum Pangajar Pertanyakan Amdal Penambangan Batu Gunung Pangajar
Forum Pangajar Pertanyakan Amdal Penambangan Batu Gunung Pangajar

Bandung.BandungOke,– Ratusan warga terdampak penambangan batu andesit Gunung Pengajar menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mempertanyakan dokumen amdal dari penambangan batu Gunung Pengajar.

“Sidang amdal harus melibatkan warga terdampak sebagai salah satu elemen penting yang harus duduk sebagai komisi penilai amdal.” Ujar Ketua Forum Pangajar Hendra Bima dalam keterangan pers nya. Rabu (12/1/2021)

“Sidang amdal ini harus mencapai kesepakatan tuntutan warga terdampak kepada pemrakarsa yang tertuang dalam berita acara kesepakatan.” imbuhnya.

Dia menuturkan, alih alih ada kesepakatan dari warga terdampak yang tertuang dalam berita acara dalam posisi warga terdampak sebagai salah satu elemen tim komisi amdal, malah warga tidak tahu menahu karna pasca sidang pertama amdal deadlock.

Dan menjelang sidang ke dua tiba tiba Amdal tersebut sudah di sakhan tanpa adanya kesepakatan tim komisi amdal yang dalam hal ini adalah warga terdampak penambangan gunung pangajar.

“Jelas kami menduga ini adalah sebuah ke cacatan prosesur dan karena itu dokumen amdal tersebut tidak dapat mengakomodir asfirasi warga terdampak penambangan” Ujarnya.

Salah satu kejanggalan yang menohok, tutur Hendara, adalah hasil survai tim amdal yang di duga memanipulasi keterangan warga terdampak dengan menyatakan warga terdampak mendukung 69% penambangan pangajar tanpa syarat apapaun. Dan hanya 4% warga yang mendukung penambangan dengan syarat terakomodirnya terlebih dahulu asfirasi warga terdampak.

“Dengan demikian, amdal pangajar hanya secarik dokumen formlias yang tidak memberikan manfaat kepada warga terdampak. Karena isi dokumen amdal tersebut tidak dapat mengakomodir aspirasi warga, malah menimbukan keresahan baru” tegasnya.

“Maka dengan demikian Forum Gunung Pangajar menuntut pemerintah melalaui DPRD agar amdal tersebut di tinjau ulang dan dapat di seret lagi ke persidangan komisi amdal, sampai adanya kesepakatan antara pemrakarsa dengan warga terdampak yang tertuang dalam dokumen amdal tersebut, pungkas Hendra.(****)