Tetap Jaga Prokes, Ribuan Peserta Ikuti DH Virtual Run & Bike 2022

18

Bandung.(BO),– Tidak kurang dari 12 Provinsi dan sekitar 2.500 peserta ikut ambil bagian dari Darul Hikam (DH) Run & Bike 2022 yang dilaksanakan secara virtual.

“kegiatan ini memperlombakan 5 km dan 15 km ini sebagai ajang forum konsolidasi internal, silaturahmi dengan masyarakat dan orang tua siswa” ujar Ketua Yayasan Darul Hikam Sodik Mujahid. Sabtu (12/2/2022)

Para peserta, ujarnya, diberi kebebasan memilih rute asalkan menempuh jarak 5 km atau 15 km dengan catatan waktu tertentu. Jarak tersebut bisa diketahui melalui aplikasi yang sudah disiapkan panitia DH Run & Bike 2022

“Tahun ini sudah memasuki tahun ke-3 diikuti oleh peserta yang tersebar di 12 Provinsi,” ujarnya.

Sodik yang juga menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI ini mengatakan berbeda dengan dua tahun penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan kali ini digelar secara virtual karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sekaligus pihaknya juga mengenalkan dunia digital kepada masyarakat luas.

“Hadiahnyang diperebutkan cukup menarik seperti diskon umroh, sepeda, termasuk bea siswa masuk ke sekolah Darul Hikam,”ujarnya.

Sodik pun memastikan jika ke depannya pandemi melandai. Pihaknya akan tetap memberika ruang virtual bagi peserta DH Run & Bike. “Ke depan, seandainya pandemi meladai sehingga memicu animo masyarakat yang lebih banyak. Maka, kami akan tetap memberikan ruang virtual,”tegasnya.

Dia menyebutkan selain kegiatan ini, Yayasan Darul Hikam juga menerapkan sistem digitalisasi dalam proses belajar mengajar. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya agar guru dan siswa semakin lebih mengenal dunia digital.

“Meskipun keterbatasan ruang untuk bertemu, saya harap kita sehat, kita semakin bersinergi untuk kehidupan ke depan yang lebih baik lagi,”katanya.

Berkenaan dengan semakin bertambahnya jumlah kasus Covid-19 varian Omricon di Kota Bandung, ia menilai jika fasilitas kesehatan sudah  memenuhi standar yang ditentukan maka proses belajar mengajar di Kota Bandung tidak perlu menerapkan lagi pendidikan jarak jauh (PJJ).

Pasalnya, menurut para ahli kesehatan varian terbaru Covid-19 ini tidak terlalu berbahaya seperti  yang terjadi sebelumnya.

Meski demikian, saat ini  sistem dan fasilitas kesehatan masih belum memadai termasuk tingkat pemahaman orang tua siswa yang berbeda sehingga kembali harus menerapkan PJJ.

“Seharusnya tidak usah PJJ lagi karena Omricon ini tidak terlalu berbahaya asal protokol kesehatan kita kuat.

Terpenting, selalu memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka tidak perlu panik menghadapi Omricon,” tegasnya.

Sodik menambahkan pemerintah juga harus melakukan percepatan vaksinasi bagi masyarakat termasuk siswa sekolah.(***)