BandungOke,– Memenuhi kebutuhan akan penggunaan energi terbarukan dalam proses operasional perusahaannya, PT South Pacific Viscose melakukan pembelian Renewable Energy Certificate dari PLN.

Produk REC dari PLN diakui secara internasional, sehingga dapat meningkatkan penjualan produk di pasar global.

Rabu (25/5) Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwakarta, Mx Wahyu C Prasetyo menandatangani perjanjian jual beli REC dengan President Director PT South Pacific Viscose, Sri Aditia di Purwakarta. PT South Pacific Viscose berkomitmen melakukan pembelian REC dari pemakaian listriknya sampai dengan tahun 2030.

Pembelian REC ini merupakan wujud kontribusi PT South Pacific Viscose dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, khususnya di sektor green energy.

Di sisi lain, diharapkan REC dapat mendorong peningkatan penjualan produk-produk PT South Pacific Viscose di pasar global.

Menurut Mx Wahyu C Prasetyo, REC adalah produk layanan PLN yang mengakomodir keinginan perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan pengakuan bahwa listrik yang dimanfaatkannya bersumber dari renewable energy.

“Melalui REC, pembeli akan mendapat pengakuan dari dunia internasional bahwa perusahaannya telah menggunakan energi terbarukan. Karena setiap satu unit REC merepresentasikan satu MWh listrik yang digunakan berasal dari pembangkit green energy”.

Lebih lanjut Wahyu memaparkan bahwa REC diterbitkan oleh PLN bekerjasama dengan APX, penyedia sistem pelacakan elektronik (tracking system) dengan standar internasional (TIGRs).

“Saat ini pembangkit green energy milik PLN yang terdaftar di APX adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW, PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW”, ungkap Wahyu.

Selain sebagai instrumen pengakuan bahwa suatu perusahaan telah menggunakan renewable energy, penjualan REC akan mendukung pengembangan energi listrik terbarukan di Indonesia guna mencapai target energi terbarukan nasional sebesar 23% pada tahun 2025 dan pencapaian target net zero emission tahun 2060.

LEAVE A REPLY