Bandung Oke– Pemerintah Kota (pemkot) Bandung akan segera menertibkan 54 titik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tersebar di 13 Kecamatan.

Terkait dengan hal itu, Asisten Daerah I Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan 54 titik tersebut seperti kawasan Alun-alun, Monumen Perjuangan Rakyat (Monju), Gasibu, Tegalega, dan sekitar Jalan Peta.

“Kita terus mendata para PKL ini yang semakin ke depan posisinya. Tiap hari Minggu sangat padat di lokasi-lokasi tersebut. Di Tegalega misalnya, ini juga terjadi penambahan PKL. Di dalam penuh, di luar penuh” ujar Asep. (01/9/2022)

Ia mengaku akan terus mengoordinasikan dengan para camat mengenai penataan PKL, terutama wilayahnya yang punya potensi jadi tempat PKL.

“Di Sumur Bandung dan Ujungberung ini bisa jadi potensi ledakan PKL sewaktu-waktu. Dulu di Regol juga begitu. Lalu, kami bersama Camat Regol membongkar lima titik PKL yang makin menjamur di sana,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Kota Bandung, Anton Sunarwibowo mengatakan akan mengukur target dan indikator kinerja untuk pendataan para PKL bersama Dinas Koperasi dan UKM (Diskopukm) serta pihak kewilayahan.

“Kami akui memang indikator dan data belum jelas. Implementasi model zonasi untuk PKL masih terhambat. Kartu Pengenal PKL juga perlu dievaluasi kembali,” jelas Anton.

Padahal, lanjutnya, PKL ini bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata. Berdasarkan data Bappelitbang Kota Bandung, jumlah PKL menurun sejak pandemi Covid-19 dari 22.359 menjadi 19.705.

“Jumlah PKL terbanyak ada di Kecamatan Coblong sejumlah 4.163. Kedua, Astana Anyar sebanyak 2.036. Ketiga, di Andir sebanyak 1.583,” pungkasnya. (***)

LEAVE A REPLY