close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Tiga Kementrian Kawal Program PPKS di Jawa Barat, Dimana Saja?

by Adems
5 Desember 2024 - 21:21
Tiga Kementrian Kawal Program PPKS di Jawa Barat, Dimana Saja?

BandungOke — Jawa Barat jadi pilot project program penanganan masyarakat kategori pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial dari Pemerintah Pusat.

Ada tiga daerah di Jabar yang dijadikan tempat pelaksaan program PPKS, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi. Ketiga daerah ini memiliki karakteristik hampir sama, yakni kota metropolitan yang terdapat pemasalahan sosial PPKS.

RelatedPosts

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

MSB 17 Tahun: Menjaga Ruang Sastra di Tengah Riuh Zaman

Program ini dikawal tiga kementerian langsung yakni Kementerian Perumahan dan Permukiman (PKP), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Sosial.

Di Kota Bandung tepatnya kawasan Tamansari, Kamis 5 Desember 2024 Sekda Jabar Herman Suryatman mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait untuk melihat kondisi para warga calon sasaran penerima program PPKS.

Kemudian, dari Tamansari dilanjutkan dengan pengecekan ke Apartemen Transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, sebagai calon lokasi penempatan warga PPKS.

“Jabar dijadikan piloting berkat inisiasi Pak Menteri PKP, di – support Mendagri dan Mensos. Makanya Pak Menteri (PKP) langsung cek,” ujar Herman Suryatman.

Pemda Provinsi Jabar bertugas mengoordinasikan Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi kerja sama dengan dunia usaha, dengan baznas dengan semua komponen. “Skemanya gotong royong,” kata Herman,

Pada tahap pertama ini, rencananya akan menempatkan 100 kepala keluarga (KK) dengan kategori miskin ekstrem di Apartemen Transit Rancaekek dan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

“Kita akan gratiskan sampai yang bersangkutan bisa hidup mandiri punya kerja atau punya usaha,” katanya.

“Kurang lebih satu tahun, ada pendampingan, ada pelatihan nya dan ada fasilitasi permodalan (usaha),” tambah Herman.

Herman menjelaskan, syarat menerima program penanganan itu yakni kategori miskin ekstrem yang tidak punya rumah dan tidak punya pekerjaan tetap alias serabutan.

Selain itu, warga masyarakat miskin ekstrem yang memiliki keluarga yang di dalamnya ada kepala keluarga, ibu rumah tangga dan anak.

“Ini untuk keluarga, yang bersangkutan tidak punya KTP, tidak punya KK tidak apa – apa kami akan fasilitasi, kami akan bantu,” katanya.

“Nanti kita akan tempatkan, kependudukannya kita akan urus nanti semuanya kita akan bantu,” lanjutnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, program penanganan itu sudah sesuai dengan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Dapat rumah yang lebih layak, ini program bagus sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa bagaimana rakyat kecil ini kehidupannya lebih baik lagi,” katanya.

Program penanganan PPKS, kata Maruarar, direncanakan akan mulai tanggal 20 Desember 2024, dan Jabar menjadi piloting program tersebut.

“Terima kasih untuk Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung yang proaktif. Koordinasi terus persiapannya mudah – mudahan sebelum tanggal 20 kita sudah mulai _action_,” kata Maruarar.

Selain itu, Maruarar menginstruksikan untuk penerima program PPKS untuk terus didampingi dan diberi pelatihan agar bisa mandiri memiliki pekerjaan atau usaha kurang dari satu tahun.

“Jangan manja, karena waktu hanya satu tahun, supaya semangat dan kerja keras,” katanya.

“_Output_ – nya yang dipindahkan ke sini (rusunawa), (tadinya)_jobless_ jadi punya pekerjaan, sebelum satu tahun kalau boleh, sudah punya pekerjaan atau usaha mikro,” lanjutnya.

Maruarar yakin dengan kerja sama antar – stakeholders program penanganan itu akan berdampak untuk membantu warga miskin ekstrem menjadi sejahtera dan mandiri.

“Saya yakin dengan kerja sama kita akan bisa melakukan itu, pasti itu membahagiakan semua orang,” katanya.

“Terima kasih Pak Sekda, kita mencoba memperbaiki kehidupan saudara – saudara kita,” ungkap Maruarar.***

Share224Tweet140Share56

Trending

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Gandeng ITB Kembangkan Logistik

2 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

3 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

6 jam ago
KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

3 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

3 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam