close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Bacalah Sebelum Terlambat! Ferry Curtis Guncang Pendopo dengan Nada dan Aksara

by Denny Surya
23 Mei 2025 - 08:25
Bacalah Sebelum Terlambat! Ferry Curtis Guncang Pendopo dengan Nada dan Aksara

BandungOke – Ketika buku tak lagi dibaca dan berita palsu merajalela, Ferry Curtis melawan dengan senjata paling ampuh yakni musik.

Rabu malam (21/5), Pendopo Wali Kota Bandung berubah jadi medan pertempuran sunyi antara kebodohan dan kesadaran, lewat lantunan nada dalam Konser Musik Literasi.

RelatedPosts

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

Ruang Publik Ramah Anak, 23 Paskal Gelar Bandung Starts Here

Dari Sel Penjara ke Berlin: Horor Joko Anwar yang Menggugat Sistem

Komunitas Titik Koempul kembali menyuguhkan pertunjukan yang tak sekadar menghibur. Dalam episode ke-118, mereka membawa misi besar yakni membangkitkan literasi lewat harmoni.

Di tengah sorotan lampu dan denting gitar, satu nama mencuat lebih tajam dari yang lain, Ferry Curtis, musisi literasi yang telah mencetak sejarah lewat lagu “Mari Membaca”, kini menjadi suara utama yang menyerukan kebangkitan membaca dari balik panggung.

“Semua diawali dari membaca. Bagi saya, membaca adalah fondasi nomor satu dalam hidup, bahkan untuk musisi,” ujar Ferry yang malam itu tetap tampil meski baru sembuh dari sakit.

Ferry Curtis bukan sekadar pengisi acara. Ia adalah pelopor. Lagu-lagunya bukan hanya enak didengar, tapi menggugah. Dari masa pandemi hingga kini, ia menjadikan musik sebagai peluru dalam perjuangan melawan ketidaktahuan.

“Saat COVID-19, saya bikin lagu edukasi yang dipakai pemerintah. Musik menyebar lebih cepat daripada buku,” ungkapnya, menegaskan kekuatan nada sebagai medium perubahan sosial.

Titik Koempul sendiri telah dua tahun konsisten jadi ruang alternatif bagi para musisi yang ingin lebih dari sekadar tampil. Mereka ingin mengubah arah industri musik, menjadikannya alat perjuangan sosial, termasuk untuk membangun budaya baca.

“Kami bukan tempat untuk cari tenar. Bahkan musisi yang baru belajar bikin lagu kemarin sore bisa tampil di sini, asal punya misi,” ujar Azizi, Ketua Titik Koempul.

Di tengah aliran musik, diskusi hangat juga berlangsung. Sorotan literasi tidak hanya datang dari lirik lagu, tapi juga dari budayawan Budi Dalton. Menurutnya, literasi bukan cuma soal teks.

“Generasi sekarang tetap membaca, tapi lewat layar. Kita harus menyampaikan pesan dalam bahasa mereka,” ujarnya, sambil memuji pendekatan literasi lewat musik yang dilakukan Ferry.

Lebih dari sekadar konser, malam itu jadi panggilan. Panggilan untuk tak lagi diam saat minat baca terjun bebas. Panggilan untuk menjadikan musik bukan hanya hiburan, tapi bahan bakar peradaban.

Dan tempat itu Bale Sawala, Pendopo Wali Kota Bandung pun kembali pada takdirnya sebagai ruang musyawarah dan pertunjukan rakyat. Kini bukan untuk tontonan kosong, tapi untuk pertunjukan perubahan.***

Share227Tweet142Share57

Trending

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia
Gaya Hidup

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

4 jam ago
Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota
Kota Bandung

Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota

8 jam ago
Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik

10 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

11 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

13 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam