close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Kebun Binatang Bandung Bukan Sekadar Tanah, Harga Diri Sunda dalam Ancaman

by Denny Surya
27 Juni 2025 - 20:06
Kebun Binatang Bandung Bukan Sekadar Tanah, Harga Diri Sunda dalam Ancaman

Bandung, BandungOke, — Di tengah polemik pengelolaan Kebun Binatang Bandung (KBB), suara-suara keras mulai menggema dari tokoh masyarakat Sunda. Bukan sekadar konflik lahan atau manajemen, isu ini kini meruncing ke soal identitas dan harga diri budaya.

“Kami melihat seperti ada grand desain tertentu dari sekelompok orang untuk mengambil alih Kebun Binatang Bandung,” kata Rully H. Alfiady, tokoh masyarakat Jawa Barat, dalam sebuah pernyataan tegas yang memantik tanya lebih dalam, siapa yang sedang bermain di balik layar pengambilalihan?

RelatedPosts

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

MSB 17 Tahun: Menjaga Ruang Sastra di Tengah Riuh Zaman

Rully mengatakan, KBB bukan sekadar taman wisata. Ia adalah warisan budaya dan sejarah panjang masyarakat Sunda terutama warga Bandung. Sejak didirikan pada tahun 1933, bahkan sebelum republik ini lahir, KBB telah menjadi bagian dari denyut kota.

Menurutnya, jauh sebelum pemerintah menunjukkan kepedulian pada tahun 1957, masyarakat Sunda sudah lebih dulu merawat dan membesarkannya.

“Kalau pun ada kerja sama dengan berbagai pihak, silakan saja. Tapi jangan pernah merebut apalagi menggusur budaya orang Sunda demi kepentingan kelompok tertentu,” ujar Rully.

Lebih dari itu, menurut Rully, ada sesuatu yang lebih besar daripada kepemilikan administratif. Ada yang tidak bisa ditukar dengan nilai komersil yakni martabat!

Bagi masyarakat Bandung, KBB bukan hanya tempat rekreasi. Ia adalah simpul memori kolektif, pusat edukasi, ruang konservasi satwa, dan penanda peradaban lokal yang bertahan di tengah arus zaman.

“Menyerahkannya kepada pihak luar tanpa landasan moral dan kultural yang kuat, sama saja membiarkan warisan Sunda dilucuti secara perlahan,” katanya.

Rully menekankan, eksistensi KBB semestinya dikembalikan kepada yang sah secara historis dan kultural. “Yakni keluarga Ema Bratakusumah yang menginisiasi sejak awal. Ini soal etika dan penghormatan terhadap sejarah,” tandasnya.

Kini, saat berbagai kepentingan ekonomi mencoba mendikte arah pengelolaan, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling kuat secara hukum, tapi siapa yang paling peduli terhadap warisan budaya ini.

Sebab bila KBB jatuh ke tangan yang salah, kita bukan hanya kehilangan kebun binatang, melainkan juga sepotong jiwa orang Sunda.***

Share226Tweet142Share57

Trending

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia
Gaya Hidup

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

10 jam ago
Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota
Kota Bandung

Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota

14 jam ago
Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik

16 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

17 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

19 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam