close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

JMSI Jabar Kritik Dedi Mulyadi, Gubernur Jangan Asal Nyampah soal Pers!

by Denny Surya
28 Juni 2025 - 16:19
KDM Pangkas Anggaran Publikasi, Demokrasi Terancam Ambruk!

Bandung, BandungOke.com – Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyebut tak butuh media karena telah punya kanal sendiri di media sosial bukan sekadar candaan pejabat yang sedang naik panggung.

Bagi komunitas pers, ucapan itu adalah peluit keras: ancaman terhadap fondasi demokrasi.

RelatedPosts

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

MSB 17 Tahun: Menjaga Ruang Sastra di Tengah Riuh Zaman

“Ngapain butuh media? Sekarang cukup bicara di medsos,” ujar Dedi dalam forum resmi, dengan nada ringan yang menyiratkan kejumawaan. Namun apa yang terdengar enteng itu, bagi kalangan pers justru menginjak-injak konstitusi.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Barat, Sony Fitrah Perizal, menilai pernyataan tersebut tak bisa dibiarkan meluncur begitu saja. “Kalau diucapkan sebagai pribadi, masih bisa dimaafkan. Tapi ini disampaikan dalam kapasitas sebagai kepala daerah. Itu keterlaluan,” tegasnya dikutip Sabtu (28/6/2025)

Sony menyitir Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menegaskan pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, sekaligus kontrol sosial.

Dengan mengklaim pers tak lagi diperlukan, Dedi telah menginjak fungsi kontrol tersebut. Tak hanya tidak etis, tapi juga bertentangan secara hukum.

“Ucapan itu bisa dipandang sebagai bentuk pembatasan hak atas informasi,” tegas Sony. Ia menunjuk Pasal 4 ayat 3 UU Pers yang melindungi kebebasan media dalam mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi.

Jika pernyataan Dedi berlanjut menjadi kebijakan yang membatasi peliputan, risikonya bisa mengarah ke ranah pidana. Pasal 18 ayat 1 jelas mengancam siapa pun yang dengan sengaja menghambat kemerdekaan pers.

Lebih dari itu, Sony menegaskan, pernyataan Dedi bukan sekadar soal hubungan buruk antara pers dan pejabat publik.

“Ini soal siapa yang berhak mengontrol kekuasaan. Kalau hanya media sosial yang digunakan, narasi akan satu arah. Tidak ada verifikasi, tidak ada kritik, dan tak ada ruang publik untuk diskusi,” ujarnya.

Dalam rezim informasi digital, media sosial hanyalah wadah. Ia bukan institusi independen yang bisa menjalankan fungsi watchdog.

“Apa yang terjadi kalau seluruh agenda Pemprov hanya dipublikasikan lewat kanal resmi? Maka publik hanya akan menerima versi Dedi Mulyadi, bukan kebenaran yang utuh,” tandas Sony.

JMSI Jabar menyebut sinyal dari sang gubernur sangat berbahaya jika dibiarkan. Hari ini Dedi menyebut pers tak penting, besok bisa jadi ada bupati atau camat yang menutup ruang peliputan atas nama efisiensi digital.

“Kita bicara soal domino effect. Ini bukan sekadar soal profesi jurnalis, tapi hak konstitusional warga untuk tahu,” ujar Sony.

Ia meminta Gubernur segera meluruskan ucapannya dan membuka kembali akses bagi jurnalis. “Jangan terus bermain narasi yang meremehkan media. Akan lebih sehat jika Pak Dedi berdialog langsung dengan asosiasi media, buka ruang diskusi yang setara,” ujarnya.

Pernyataan Sony mencerminkan kegelisahan yang luas: ketika demokrasi mulai disempitkan lewat narasi populis dan media sosial dijadikan tameng. Ia mengingatkan, “Demokrasi tumbuh subur ketika pers dijaga, bukan disangkal.

Pejabat publik seharusnya merangkul media sebagai mitra transparansi, bukan menganggapnya sekadar mikrofon tambahan.”

Peringatan ini bukan retorika. Bagi masyarakat Jawa Barat, informasi bukan sekadar konten viral. Ia adalah oksigen demokrasi. Jika pintu-pintu jurnalisme ditutup dan suara publik hanya direduksi jadi komentar di unggahan resmi, maka yang hilang bukan hanya berita—tapi kebebasan itu sendiri.***

Share222Tweet139Share56

Trending

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia
Gaya Hidup

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

10 jam ago
Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota
Kota Bandung

Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota

15 jam ago
Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik

16 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

17 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

19 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam