Bandung, BandungOke — Lembaga Swadaya Masyarakat PEMUDA (Pemantau Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah) melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang dinilai telah menjauh dari semangat konstitusi dan prinsip-prinsip demokrasi.
Melalui surat terbuka yang dirilis pada Senin, 30 Juni 2025, LSM PEMUDA menilai kepemimpinan KDM lebih menonjolkan citra personal ketimbang menjalankan amanat konstitusional. “Jabatan Gubernur adalah mandat UUD 1945, bukan panggung pertunjukan,” tulis mereka dalam pernyataan resmi.
Narasi-narasi seperti “Bapak Aing” dan “Raja” dinilai memperlebar jarak antara rakyat dan pemimpinnya, menciptakan relasi kuasa vertikal yang feodalistik.
“Pemimpin itu pelayan rakyat, bukan penguasa atas rakyat,” tegas LSM PEMUDA dalam keterangan resminya. Selasa (1/7/2025)
Kritik juga diarahkan pada kebijakan “Barak Militer untuk Anak Nakal” yang digagas Pemprov Jabar. Program itu dianggap melanggar prinsip perlindungan anak dan hak asasi manusia, serta diambil tanpa proses partisipatif yang sah.
“Tak cukup bermodal niat baik untuk membuat kebijakan publik. Harus ada dasar hukum dan keterlibatan masyarakat,” imbuhnya.
LSM PEMUDA juga menyoroti minimnya transparansi anggaran terkait proyek tersebut. “Hingga kini tidak ada kejelasan soal pembiayaan barak militer itu. Ini bertentangan dengan UU Keterbukaan Informasi Publik,” kata mereka.
Lebih lanjut, aksi pembagian uang tunai oleh KDM di depan kamera dinilai hanya bersifat karitatif dan tidak menyentuh akar persoalan struktural kemiskinan di Jawa Barat.
“Warga miskin tidak butuh tontonan empati. Mereka butuh kebijakan publik yang adil dan sistemik,” kata LSM PEMUDA.
Dalam tuntutannya, LSM PEMUDA menyerukan agar Dedi Mulyadi segera menghentikan pendekatan kekuasaan yang simbolik dan kembali pada prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Mereka juga menuntut pelibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan dan penghentian praktik kultus individu.
“Sejarah akan mencatat, siapa yang betul-betul bekerja untuk rakyat, dan siapa yang hanya tampil untuk dipuja,” tulis mereka menutup pernyataannya.***






