close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

BI Gembar-Gembor Surplus Dagang, Neraca Migas Justru Berdarah

by Denny Surya
2 Juli 2025 - 12:48
Soal Izin Tambang Pada Perguruan Tinggi, Berikut Sikap ITB

Jakarta, BandungOke – Bank Indonesia (BI) memamerkan angka surplus neraca perdagangan Mei 2025 yang melonjak tajam menjadi USD 4,3 miliar.

Kinerja ini dipuji sebagai bukti kokohnya ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Tapi di balik euforia itu, ada tanda tanya besar yang tak bisa diabaikan: kenapa neraca migas justru kian defisit?

RelatedPosts

Pikap untuk Medan Kerja: Mitsubishi Triton Menyasar Dunia Konstruksi

OJK Gandeng DMI, Literasi Keuangan atau Alih Tanggung Jawab Negara?

Toyota Pamer Corolla Concept di Japan Mobility Show 2025

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut surplus tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi makro. “Bank Indonesia memandang surplus ini menopang ketahanan eksternal perekonomian lebih lanjut,” ujarnya dikutip Rabu (2/7/2025)

Namun jika dicermati, lonjakan surplus lebih disebabkan oleh sektor nonmigas, yang tercatat menyumbang USD 5,83 miliar.

Ekspor barang seperti logam mulia, minyak nabati, serta besi dan baja, terutama ke Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, menjadi motor penggeraknya.

Ironisnya, di saat sektor nonmigas bersinar, sektor migas mencatat defisit mencolok: USD 1,53 miliar. Ini terjadi karena impor migas membengkak di tengah lesunya ekspor.

Alih-alih memperkuat ketahanan energi, Indonesia tampak makin rapuh terhadap fluktuasi harga global dan ketergantungan pasokan dari luar negeri.

Di tengah situasi ini, janji pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik kembali jadi pertanyaan. Apakah surplus yang dipertontonkan hanyalah statistik sesaat, atau benar mencerminkan struktur ekonomi yang sehat dan berdaya tahan?

Meski BI menjanjikan sinergi lanjutan dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal, publik layak bertanya: sampai kapan ekonomi Indonesia bergantung pada ekspor komoditas mentah dan importasi energi?***

Share222Tweet139Share55

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

3 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

3 hari ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

3 hari ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

4 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

4 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam