BANDUNG, BandungOke.com — Setelah sempat tutup pada Kamis (3/7/2025), Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kembali dibuka untuk umum pada Jumat (4/7/2025). Namun, di balik kabar gembira bagi wisatawan ini, problem legalitas pengelolaan kebun binatang tertua di Jawa Barat itu masih menyisakan tanda tanya yang belum terjawab tuntas.
Pembukaan kembali dilakukan di tengah masa liburan sekolah yang menjadi puncak kunjungan tahunan. Pihak manajemen menyatakan bahwa keputusan membuka kembali operasional kebun binatang diambil demi melayani masyarakat dan wisatawan.
“Kita kembali buka untuk melayani pengunjung,” ujar Sulhan Syafi’i, Humas Bandung Zoo, dalam keterangan resminya, Kamis malam. (3/7/2025)
Menurutnya, operasional pengelolaan kebun binatang kini dijalankan oleh Yayasan Margasatwa Tamansari berdasarkan Akta No. 40 tertanggal Oktober 2024, yang diketuai oleh Bisma Bratakusuma. Ia menegaskan akta tersebut masih sah secara hukum, dan menjadi dasar resmi seluruh transaksi dan manajemen lembaga.
“Menurut kuasa hukum kami, akta inilah yang berlaku dan masih sah. Buktinya, semua aliran dana non tunai masuk ke rekening yayasan dengan akta tersebut,” tegas Sulhan.
Namun, pernyataan ini belum menjawab polemik utama yang sebelumnya mencuat, adanya dualisme kepemimpinan dan dugaan inkonsistensi dalam struktur pengelolaan. Sejumlah pihak pekerja sebelumnya sempat mempersoalkan validitas pengelola baru, hingga berujung pada penyegelan sementara area manajemen.
Di tengah kisruh internal tersebut, publik masih dikhawatirkan menjadi korban dari tarik-menarik kepentingan hukum. Terlebih, lembaga konservasi seperti kebun binatang seharusnya tidak hanya berorientasi pada pelayanan wisata, tetapi juga menjunjung tinggi tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Meski demikian, manajemen berusaha meyakinkan bahwa pelayanan tidak akan terganggu. Tiket liburan ditetapkan sebesar Rp 65.000 per orang, dengan imbauan agar pengunjung menggunakan metode pembayaran non-tunai untuk mempercepat antrean masuk.
“Selama liburan sekolah ini, rata-rata kunjungan mencapai lebih dari 1.500 orang per hari,” kata Sulhan.
Ia juga memastikan fasilitas kebun binatang tetap bisa dinikmati, termasuk area favorit pengunjung: zona botram di bawah hutan pinus yang rindang.
“Kami menjamin pelayanan tetap prima meski kemarin sempat terjadi gonjang-ganjing,” pungkasnya.***





