close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Welas Asih atau Kumaha Aing, Saat Dedi Mulyadi Mengganti Nama, Menginjak Nalar Publik

by Denny Surya
11 Juli 2025 - 09:10
Welas Asih atau Kumaha Aing,  Saat Dedi Mulyadi Mengganti Nama, Menginjak Nalar Publik

Oleh: M Rizal Fadillah – Mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat

BANDUNG, BandungOke – Tak ada yang salah dengan mengangkat budaya. Tapi saat budaya dijadikan tameng untuk melanggengkan ego, menginjak keyakinan publik, dan memaksakan kehendak pribadi, maka yang muncul bukan kecintaan, melainkan pelecehan.

RelatedPosts

Lokomotif Baru CC 205 Perkuat Distribusi Barang di Sumatra

Triliunan Dana Desa, Transparansi Ambyar, Negara Kemana?

Media Lokal Sekarat! Apakah Pemprov Jabar dan Pengusaha Sudah Kehilangan Nurani?

Itulah yang terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengganti nama RSUD “Al Ihsan” menjadi “Welas Asih”. Keputusan yang bukan hanya kontroversial, tapi juga otoriter dan menghina akal sehat publik.

Perubahan nama rumah sakit milik rakyat ini dilakukan secara sepihak. Tanpa musyawarah dengan wakil rakyat di DPRD, tanpa mendengar aspirasi umat yang sejak awal menjadikan “Al Ihsan” sebagai simbol pelayanan berbasis nilai religius.

Kata “Ihsan” bukan sekadar bahasa Arab, tapi nilai universal dalam Islam yakni berbuat baik, penuh keikhlasan, dan kemuliaan hati. Mengubahnya menjadi “Welas Asih” dengan dalih agar lebih “nyunda”, justru memperkosa makna itu sendiri. Budaya Sunda bukanlah kedok untuk menghapus nilai-nilai Islam.

Lebih dari itu, keputusan ini membuktikan satu hal, Dedi Mulyadi sedang menjajal batas. Batas toleransi masyarakat, batas kewenangan jabatan, dan bahkan batas nalar publik.

Ia menjadikan jabatan sebagai panggung pencitraan, bukan ruang pelayanan. Seolah tak cukup dengan ritual mistik, simbol-simbol musyrik yang membingkai kekuasaan, kini ia juga menjarah simbol keagamaan yang hidup dalam ruang publik.

Ini bukan sekadar kesalahan administratif — ini penghinaan terang-terangan.
Ketika pemimpin mulai bersikap kumaha aing—bermental “saya yang pegang kuasa, maka saya bebas melakukan apa saja”, maka demokrasi mati pelan-pelan.

Mekanisme negara digilas. Rakyat hanya dianggap “tukang kendang” yang dipaksa menabuh irama joget sang pemimpin.
Saatnya DPRD Bertindak.

Jangan tunggu kemarahan publik meledak.

DPRD Jawa Barat wajib memanggil, menegur, bahkan jika perlu, memakzulkan Gubernur Dedi Mulyadi. Jika niatnya bukan untuk melayani, tapi hanya menjadikan kursi kekuasaan sebagai panggung ego dan mistik, maka tempatnya bukan di Gedung Sate.

Masih ada Wakil Gubernur yang lebih waras dalam berpikir dan tahu batas antara budaya dan penyimpangan kekuasaan.

Dan kepada masyarakat Jawa Barat, diam adalah pengkhianatan terhadap akal sehat. Menolak keputusan sepihak ini adalah bagian dari menjaga marwah demokrasi dan keberagaman yang adil.

Kembalikan nama RSUD Al Ihsan. Jika tidak, maka hanya ada satu kata: Turunkan Dedi Mulyadi. Negara tidak butuh pemimpin tukang joget. Negara butuh pelayan rakyat yang “nyanghulu ka hukum, mupakat ka balarea”.***

Tags: al ihsanDedi Mulyadiwelas asih
Share234Tweet146Share59

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

3 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

3 hari ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

3 hari ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

4 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

4 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam