close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Promosi Bank Sampah di Tengah Euforia Pocari Run 2025. Gimik Hijau atau Solusi Serius?

by Abdul Hadi
17 Juli 2025 - 12:04
Promosi Bank Sampah di Tengah Euforia Pocari Run 2025. Gimik Hijau atau Solusi Serius?

Bandung, BandungOke.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengambil panggung dalam Pocari Sweat Run 2025 dengan memboyong layanan Bank Sampah Induk (BSI) Go ke arena lari di Kiara Artha Park.

Kampanye pengelolaan sampah itu dikemas ramah dan ringan. Tapi pertanyaannya adalah seberapa dalam pengaruhnya?

RelatedPosts

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

Larangan Teknologi Termal Kecil, Ujian Serius Kebijakan Sampah Bandung

Zero Defecation Bandung Terancam Jadi Label, Pemkot Diminta Konsisten

BSI Go hadir selama empat hari, 16–19 Juli, setiap pukul 13.30–17.00 WIB. Dengan modal KTP dan sekantong sampah anorganik, warga bisa langsung menjadi nasabah.

Klaimnya mudah, cepat, bermanfaat. Faktanya? Ini butuh lebih dari sekadar euforia event musiman.

Pasalnya, alih-alih menyentuh akar masalah pengelolaan sampah perkotaan, DLH terkesan menggantungkan harapan besar pada gimmick kegiatan. Seruan “Yuk, nabung sampah!” bertebaran di media sosial, namun tidak disertai dengan strategi keberlanjutan yang jelas.

Sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, logam, kaca, hingga minyak jelantah memang bisa dikonversi menjadi saldo di bank sampah. Tapi, dalam konteks kota metropolitan seperti Bandung, problem utamanya bukan sekadar edukasi satu hari di acara lari, melainkan sistem yang tidak pernah selesai dibenahi.

DLH menawarkan layanan konsultasi pembentukan unit bank sampah di tingkat RT, RW, hingga sekolah dan komunitas. Namun minim insentif, nihil insfrastruktur, dan lemahnya kontrol pasca-implementasi membuat program ini sering mandek di tengah jalan.

“Bandung sudah terlalu sering jatuh cinta pada program kampanye, bukan pada hasil,” sindir salah satu pemerhati lingkungan lokal.
Apakah BSI Go ini akan berumur panjang? Ataukah hanya jadi dekorasi ramah lingkungan di tengah kerumunan yang sibuk memburu medali dan feed Instagram?

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, dalam siaran persnya menyebut BSI Go sebagai bukti bahwa Pemkot serius mendorong gaya hidup berkelanjutan. Tapi lagi-lagi, publik menanti bukti, bukan sekadar narasi.

Masalah sampah Bandung bukan tentang kekurangan slogan, melainkan kekurangan solusi yang berani dan terukur.***

Editor : Deny Surya

Tags: DLHKKota Bandungpocari run 2025sampah
Share222Tweet139Share56

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

3 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

3 hari ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

3 hari ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

4 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

4 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam