close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Kemiskinan di Jawa Barat Turun, Namun Kualitas Hidup Miskin Makin Buruk

by Denny Surya
25 Juli 2025 - 13:44
Kemiskinan di Jawa Barat Turun, Namun Kualitas Hidup Miskin Makin Buruk

Bandung, BandungOke – Meski menurun tipis, angka kemiskinan di Jawa Barat masih menyentuh angka mencemaskan: 3,65 juta jiwa per Maret 2025.

Penurunan hanya 0,06 persen poin dibanding September 2024 menunjukkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan masih besar, terlebih di tengah meningkatnya ketimpangan dan kedalaman kemiskinan.

RelatedPosts

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

MSB 17 Tahun: Menjaga Ruang Sastra di Tengah Riuh Zaman

Data ini disampaikan oleh Plt. Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, dalam rilis resmi di Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/7/2025).

Menurutnya, penurunan jumlah penduduk miskin ini ditopang pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang cukup stabil pada triwulan I/2025, yakni 4,98 persen (y-on-y) — lebih tinggi dari triwulan IV/2024 yang sebesar 4,91 persen.

Namun, di balik angka makroekonomi yang tampak menjanjikan, tersembunyi realitas yang lebih dalam yakni kualitas hidup penduduk miskin belum sepenuhnya membaik.

Garis Kemiskinan Naik, Pengeluaran Masyarakat Tetap Tercekik

BPS mencatat Garis Kemiskinan (GK) Maret 2025 mencapai Rp547.752/orang/bulan, naik 2,29 persen dari periode sebelumnya.

Dari angka ini, 74,88 persen berasal dari pengeluaran untuk kebutuhan makanan. Artinya, sebagian besar penduduk miskin masih bertahan hidup untuk sekadar makan dan belum sanggup memenuhi kebutuhan dasar lainnya.

“GK makanan tercatat sebesar Rp410.143, sementara GK non-makanan hanya Rp137.609. Ini menunjukkan daya beli kelompok miskin belum kuat keluar dari jerat kemiskinan,” ujar Darwis.

Kesenjangan juga makin terlihat antara kota dan desa. Penduduk miskin di perdesaan menurun, sementara di perkotaan justru meningkat. Jumlah penduduk miskin di desa turun 79,63 ribu orang, tetapi di kota justru naik 66,02 ribu orang.

Angka kemiskinan di perkotaan naik menjadi 6,76 persen, sedangkan di perdesaan turun menjadi 8,15 persen.

Kedalaman Kemiskinan Meningkat, Jurang Sosial Melebar

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan adalah meningkatnya indeks kedalaman (P1) dan keparahan (P2) kemiskinan. Ini berarti bahwa mereka yang miskin, hidup dalam kondisi yang semakin jauh dari standar kelayakan hidup.

Indeks kedalaman kemiskinan naik dari 1,05 ke 1,17, sedangkan indeks keparahan naik dari 0,24 ke 0,29. “Artinya, kemiskinan memang menurun secara kuantitatif, tapi kualitas hidup orang miskin memburuk,” ujar Darwis.

Sinyal lain yang perlu dicermati adalah tingkat ketimpangan pengeluaran, yang tercermin dari Gini Ratio sebesar 0,416.

Ketimpangan lebih tinggi terjadi di perkotaan (0,426) dibanding perdesaan (0,323), meskipun keduanya mengalami sedikit penurunan.

Ketimpangan Semakin Kasatmata

Kenaikan pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah memang bisa dibaca sebagai kabar baik.

Namun jika ditelaah lebih jauh, penurunan ketimpangan ini tidak sejalan dengan peningkatan kualitas hidup. Kesenjangan antara si miskin dan si kaya tetap membentang lebar, terutama di wilayah perkotaan.

BPS menegaskan, tantangan ke depan tidak hanya pada pengurangan jumlah penduduk miskin, tetapi juga perbaikan struktur ekonomi yang lebih inklusif, terutama dalam menyentuh kehidupan kelompok rentan di perkotaan.

“Secara kuantitas, kemiskinan memang menurun. Tapi secara kualitas, kehidupan orang miskin memburuk. Itu terlihat dari meningkatnya indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan,” pungkas Darwis.***

Share221Tweet138Share55

Trending

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia
Gaya Hidup

Film Horor Kuyank Tawarkan Teror Emosional dari Folklore Indonesia

14 jam ago
Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota
Kota Bandung

Akses Udara Bandung Dibuka Lagi, Wings Air Sambungkan Yogyakarta dan 10 Kota

18 jam ago
Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik
Pendidikan

Dari Maket Kapal ke AI, SPIL Research Center (SRC) Gandeng ITB Kembangkan Logistik

19 jam ago
Diduga Bom di Kosambi, Farhan Tegaskan Aparat Sudah Tangani Serius
Kota Bandung

Penataan PKL Bandung, Janji Keadilan di Tengah Kepentingan Kota

21 jam ago
Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?
Kota Bandung

Program Gaslah Bandung, Ambisi Hijau atau Beban Baru Warga?

23 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam