close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Bank Rakyat Bangkrut Lagi, LPS Keluarkan Dana Tambal Lubang

by Denny Surya
31 Juli 2025 - 11:31
Bank Rakyat Bangkrut Lagi, LPS Keluarkan Dana Tambal Lubang

Jakarta, BandungOke.com — Angka 636 juta rekening dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terdengar seperti kemenangan sistem keuangan. Namun, di balik statistik manis itu, fakta pahit menanti yakni dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tumbang hanya dalam setengah tahun.

Nasabah menanti kepastian, kepercayaan publik koyak, dan regulator seolah menepuk dada sambil berkata, “Tenang, uang kalian kami ganti.”

RelatedPosts

Pikap untuk Medan Kerja: Mitsubishi Triton Menyasar Dunia Konstruksi

OJK Gandeng DMI, Literasi Keuangan atau Alih Tanggung Jawab Negara?

Toyota Pamer Corolla Concept di Japan Mobility Show 2025

Pertanyaannya, mengapa bank bisa bangkrut jika sistem sudah dijaga sedemikian rupa?

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, memang mengklaim bahwa penjaminan LPS telah mencakup 99,94% rekening nasabah bank umum dan 99,97% rekening BPR/BPRS. Tapi itu baru permukaan.

Di baliknya, PT BPRS Gebu Prima di Medan dan PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa di Batu, Jawa Timur, kolaps dan dicabut izinnya oleh OJK pada April dan Juli 2025.

Lebih dari Rp60 miliar simpanan masyarakat kini bergantung pada pencairan klaim. Untuk BPRS Gebu Prima, LPS baru membayar Rp28 miliar dari total Rp39 miliar. Sisanya? Tidak dijamin. Tidak jelas. Tidak selesai!

Penjaminan Tak Menyelamatkan Institusi Bobrok

LPS boleh menyebut ini sebagai mekanisme proteksi. Tapi publik tahu, penjaminan bukan berarti pencegahan. Dua bank bisa bangkrut, padahal sistem katanya sudah solid.

“Kami tidak bisa menjamin ketahanan institusinya jika tata kelola diabaikan,” kata Purbaya dikutip Kamis (31/7/2025)

Lantas siapa yang mengabaikan?

Mengapa bank sekelas BPR, yang notabene melayani masyarakat akar rumput, bisa ambruk di tengah gempuran pemangkasan BI-Rate dan pelonggaran moneter? Bukankah seharusnya sektor mikro mendapat ruang bertumbuh, bukan terkubur?

Turunkan Bunga, Stabilkan Apa?

Per Juni 2025, LPS memangkas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) menjadi:

4,00% untuk simpanan rupiah di bank umum

6,50% untuk simpanan rupiah di BPR

2,25% untuk simpanan valas di bank umum

Pemangkasan ini disebut “sejalan” dengan kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan BI-Rate hingga 5,25% lewat tiga kali pemotongan sejak Januari.

Tapi apakah pelonggaran ini benar-benar menenangkan pasar? Atau justru membuat bank kecil limbung karena margin makin tipis dan tekanan operasional tak kunjung turun?

Stabilitas makro boleh aman, tapi sektor mikro? Remuk.

BPR Jadi Tumbal Manajemen Buruk dan Lemahnya Pengawasan

BPR di daerah kerap jadi “bank terakhir” bagi masyarakat kecil yang ditolak lembaga keuangan besar.

Namun, dengan pengawasan lemah, manajemen longgar, dan standar kepatuhan setengah hati, BPR bisa jadi ladang skandal baru. Ketika bangkrut, yang jadi korban lagi-lagi rakyat kecil.

LPS dan OJK harusnya tidak sekadar jadi pemadam kebakaran yang datang setelah bangunan ambruk. Di mana pengawasan preventif? Di mana audit risiko? Apakah satu-satunya solusi adalah tunggu bangkrut, lalu umumkan pencairan klaim?

Jangan Ulangi Skema “Ganti Uang, Bukan Ganti Akar Masalah”

Krisis di dua BPR ini bukan insiden teknis. Ini cerminan sistem yang membiarkan celah-celah kelemahan tetap terbuka.

Masyarakat sudah terlalu sering terjebak dalam skema “asal uang kembali” tanpa pernah mengevaluasi mengapa bank bisa runtuh. Dan jika semua masalah disapu di bawah karpet penjaminan, publik hanya diajak tenang tanpa diberi alasan untuk percaya.

LPS bisa menjamin uang. Tapi siapa yang menjamin bank tak akan runtuh lagi besok?

Tags: BangkrutBPRLPS
Share223Tweet139Share56

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

2 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

3 hari ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

3 hari ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

3 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

3 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam