Bandung, BandungOke.com – PT Bio Farma (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung eliminasi hepatitis di Indonesia. Melalui partisipasi aktif dalam kampanye nasional bertajuk “Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis”, perusahaan pelat merah di bidang farmasi ini berperan dalam memperkuat upaya edukasi publik dan distribusi vaksin hepatitis B.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan World Hepatitis Day 2025, yang diawali dengan webinar nasional bertema “Bersama Lawan Hepatitis B: Edukasi, Vaksinasi, dan Aksi Nyata” pada 29 Juli 2025. Kegiatan tersebut menghadirkan pemangku kepentingan dari Kementerian Kesehatan, organisasi internasional, hingga kalangan industri.
Dr. Tri Setyanti, Ahli Madya dari Direktorat Jenderal P2P Kemenkes RI, menekankan pentingnya integrasi layanan deteksi hepatitis dalam fasilitas kesehatan primer. Menurutnya, eliminasi hepatitis B dan C pada 2030 hanya bisa tercapai jika hambatan finansial, sosial, dan struktural bisa diselesaikan secara kolektif.
“Komitmen nasional dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semua elemen bangsa,” ujarnya.
Bio Farma, sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi, menjadi pemain penting dalam penyediaan vaksin hepatitis B yang digunakan di dalam dan luar negeri. Selain itu, perusahaan juga aktif dalam riset, edukasi, dan kampanye kesehatan masyarakat.
Vice President Komersial Nasional Bio Farma, Fitri Puspadewi, menyoroti tantangan mendesak yang masih terjadi, khususnya tingginya prevalensi hepatitis B pada ibu hamil dan belum meratanya cakupan vaksinasi dosis nol.
“Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir sangat krusial. Ini langkah preventif utama untuk mencegah penularan vertikal. Bio Farma terus berkomitmen mendukung program imunisasi nasional serta mendorong edukasi publik yang masif,” ujarnya.
Kampanye tahun ini menargetkan peningkatan cakupan imunisasi wanita usia subur di wilayah Adonara Timur, Flores Timur, NTT—wilayah dengan risiko tinggi penularan hepatitis dari ibu ke anak.
Melalui langkah ini, Bio Farma mempertegas peran ganda BUMN—bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga pilar strategis pembangunan kesehatan nasional.






