close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Gerbong Rokok Gagal Total, Nasim Khan Lari dari Uji Publik

by Denny Surya
27 Agustus 2025 - 07:37
Gerbong Rokok Gagal Total, Nasim Khan Lari dari Uji Publik

Jakarta, BandungOke.com – Usulan anggota DPR RI, Nasim Khan, soal gerbong khusus merokok berakhir jadi bumerang. Alih-alih menghadiri debat terbuka yang digelar Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) pada Selasa (26/8), politisi itu memilih absen.

Kursi kosong yang ditinggalkannya berubah jadi simbol nyata jauhnya wakil rakyat dari rakyat yang mereka wakili.

RelatedPosts

Stok BBM Nasional Hanya 22 Hari, Acuviarta Imbau Warga Tak Panik

Aksi Sahroni Salurkan Gaji ke Donasi Dinilai Positif, Konsistensi Jadi Ujian

CMS Mandhala Mk2: Upaya Len Bangun Otak Sistem Tempur Kapal Perang TNI

Ketua IYCTC, Manik Marganamahendra, menyebut ketidakhadiran Nasim sebagai bentuk pengingkaran tanggung jawab publik.

“Usul ngawur sudah dilontarkan, tapi ketika ditantang untuk diuji, yang muncul hanya kursi kosong. Kalau benar-benar mewakili kepentingan publik, seharusnya hadir, berargumen, dan siap diuji oleh data serta suara rakyat,” ujarnya dikutip Rabu (27/8/2025)

Manik juga menyoroti klaim Nasim yang sebelumnya menyebut negara harus mengakomodasi 70 juta perokok.

“Itu bukan prestasi, itu tragedi. Negara gagal melindungi rakyat dari produk adiktif yang tiap tahun merenggut lebih dari 290 ribu nyawa. Alih-alih jadi alarm, angka itu malah dijadikan pembenaran untuk menormalisasi adiksi. Itu logika sesat,” tegasnya.

Forum publik malam itu dengan telak membongkar kelemahan logika Nasim: perbandingan keliru antara rumah pribadi dan kereta sebagai ruang publik, hingga kontradiksi antara sikap pribadi yang ‘tahu diri’ dan dorongan membuka ruang merokok di transportasi umum.

Lebih parah, ide gerbong rokok jelas bertabrakan dengan hukum. UU Kesehatan dan PP No. 28/2024 menegaskan transportasi umum sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). PT KAI bahkan sudah melarang merokok sejak 2012, menjadi pelopor transportasi sehat di Asia. Dari sisi ekonomi, usulan ini sama sekali tak masuk akal: kerugian akibat rokok pada 2015 mencapai Rp600 triliun, empat kali lipat penerimaan cukai.

Kehadiran publik di forum—mahasiswa, aktivis, hingga warga yang terpapar asap rokok—berujung pada satu kesimpulan tegas yakni usulan Nasim Khan tidak layak, menyesatkan, dan berbahaya. Seorang warga bahkan menyebut ide itu “sekadar isu pengalihan yang menjual adiksi.”

Manik menutup forum dengan pesan pedas: “Kursi kosong malam ini jadi pengingat. Jangan sampai kita memilih wakil rakyat yang lebih sibuk menjaga kursinya daripada menjaga rakyatnya.”***

Tags: adiksi rokokDPR RIgerbong rokokIYCTCkawasan tanpa rokokkesehatan publikkursi kosongnasim khanpolitik populisPT KAIrokok indonesiaUU Kesehatan
Share224Tweet140Share56

Trending

KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan pada Angkutan Lebaran 2026
Jawa Barat

KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan pada Angkutan Lebaran 2026

45 menit ago
Stok BBM Nasional Hanya 22 Hari, Acuviarta Imbau Warga Tak Panik
Nasional

Stok BBM Nasional Hanya 22 Hari, Acuviarta Imbau Warga Tak Panik

12 jam ago
Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Boarding KA Ditutup 5 Menit Sebelum Berangkat
Jawa Barat

Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Boarding KA Ditutup 5 Menit Sebelum Berangkat

13 jam ago
Sahroni Dukung Penghentian Kasus Guru Honorer, Kejagung Dinilai Gunakan Hati Nurani
Nasional

Aksi Sahroni Salurkan Gaji ke Donasi Dinilai Positif, Konsistensi Jadi Ujian

1 hari ago
KAI Daop 2 Bandung Bagi 3.500 Takjil Gratis untuk Penumpang Kereta Jarak Jauh
Kota Bandung

KAI Daop 2 Bandung Bagi 3.500 Takjil Gratis untuk Penumpang Kereta Jarak Jauh

2 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam