Bandung, BandungOke – Kreativitas Kota
Bandung seperti tak pernah kehabisan cara buat warganya terheran-heran dan kenyang.
Di kota yang ritmenya cepat, ide kuliner justru terus melompat-lompat, mencari cara baru menaklukkan hasrat makan generasi muda.
Kali ini, kejutan datang dari dua brand Jabarano Coffee dan BUMUS, rumah makan Padang legendaris yang sudah lebih dulu punya trah cita rasa sejak tahun 90 han.
Keduanya melahirkan kolaborasi yang terasa seperti eksperimen nekat namun justru relevan, nasi rendang, nasi goreng rendang, mie goreng rendang lengkap dengan telur dadar barendo khas Padang, namun hadir bukan di rumah makan Padang, tapi di dalam atmosfer wangi kopi Jabarano.
Sebuah lompatan yang tak biasa, tapi justru itulah esensi Bandung.
Di cabang Jabarano Dago, kolaborasi ini diumumkan dalam suasana press conference yang lebih mirip reuni dua generasi brand kuliner Bandung.
Ada Teh Ilien, owner generasi kedua BUMUS, dan Arnold Dharmadhyaksa, CEO sekaligus founder Jabarano Coffee. Keduanya sama-sama sepakat, waktunya keluar dari pakem.
“BUMUS kan terkenal sebagai makanan orang tua. Dengan kolaborasi ini, generasi Z bisa melihat bahwa rasa Padang tetap bisa fun dan cocok di tempat nongkrong,” ujar Teh Ilien sambil tertawa kecil, seperti sedang membayangkan anak muda makan nasi rendang di samping laptop mereka.
Dari sisi Jabarano, kolaborasi ini bukan sekadar menambah menu. Arnold melihatnya sebagai upaya memperluas ruang perjumpaan rasa.
“BUMUS punya segmennya sendiri, Jabarano punya segmennya sendiri. Kalau dua dunia ini bertemu, harapannya bukan cuma kami yang senang, tapi pasar juga dapat pengalaman baru,” kata Arnold dalam sesi keterangan persnya, Selasa (2/12/2025)
Yang menarik, kolaborasi ini tidak tampil berlebihan. Tidak ada gimmick fusion ekstrem. Yang disajikan justru comfort food versi paling jujur. Rasa Padang yang tetap Padang, namun dibungkus suasana modern khas kedai kopi.
Ada aroma kopi Jawa Barat, ada gurih telur barendo, ada pedas rendang yang tetap setia pada aslinya.
Menu ini akan tersedia di semua cabang Jabarano Coffee di Bandung. Bahkan, bukan tak mungkin akan muncul juga di outlet BUMUS. Hal ini jadi sebuah tanda bahwa kolaborasi bukan hanya strategi marketing, tapi pertukaran budaya makan.
Bandung kembali membuktikan satu hal yakni kreativitas kuliner tak harus selalu rumit. Kadang, cukup mempertemukan dua ikon kota dalam satu piring, sisanya biarkan publik yang jatuh cinta.
Kolaborasi ini bukan sekadar menu baru. Ini gaya hidup baru makan rendang di kedai kopi dan pastinya Bandung banget! ***





