BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Duh! Pidato Solidaritas di Bandung, Tapi Angka Kemiskinan Bicara Lebih Keras

Abdul Hadi
19 Desember 2025 - 14:04
Duh! Pidato Solidaritas di Bandung, Tapi Angka Kemiskinan Bicara Lebih Keras



Bandung, BandungOke – Solidaritas sosial kembali digaungkan Pemerintah Kota Bandung dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025.

Pesannya terdengar luhur. Namun angka-angka yang dipaparkan pemerintah sendiri justru mengungkap jarak lebar antara retorika dan realitas.

RelatedPosts

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

Hujan Disertai Angin, Reklame dan Pohon Tumbang di Bandung

Terminal Leuwipanjang Kembali Disorot, Pemudik Keluhkan Dua Masalah Ini

Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menegaskan bahwa pembangunan tak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur.

“Pembangunan tidak boleh hanya bicara angka dan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh sisi kemanusiaan,” katanya. Pernyataan ini tepat—dan sekaligus menjadi kritik tak langsung terhadap arah pembangunan selama ini.

Fakta bahwa hampir seperempat penduduk Bandung berada di kelompok desil 1 hingga 5 menunjukkan persoalan struktural yang belum terurai.

Kota kreatif dengan gedung dan proyek prestisius, tetapi menyisakan kantong-kantong kerentanan yang terus melebar.

Upaya Dinas Sosial memverifikasi ulang data penerima bansos patut diapresiasi. Sebanyak 506 petugas diturunkan, dan hasilnya mengungkap masalah klasik: data bantuan sosial cepat kedaluwarsa, sementara kebijakan sering terlambat menyesuaikan.

Dalam celah inilah ketidakadilan bekerja—yang berhak tak selalu menerima, yang tak lagi berhak justru bertahan.

Janji menggeser bantuan sosial ke arah pemberdayaan ekonomi kembali diulang. Kepala Dinas Sosial Yorisa Sativa menyebut bansos harus mendorong kemandirian.

Pernyataan ini kerap terdengar setiap tahun, tetapi realisasinya jarang terukur secara transparan.

Bandung juga hidup di bawah bayang-bayang risiko bencana. Ratusan kejadian sepanjang 2025 menegaskan bahwa solidaritas bukan sekadar nilai moral, melainkan kebutuhan kebijakan.

Kampung Siaga Bencana penting, tetapi tanpa dukungan anggaran dan perencanaan jangka panjang, ia mudah berubah menjadi program seremonial.

Apresiasi terhadap LKS dan PSKS menunjukkan peran besar masyarakat sipil. Namun ketika negara terlalu sering berterima kasih, pertanyaan kritis muncul: apakah negara hadir sebagai penanggung jawab utama, atau sekadar koordinator simbolik?

HKSN semestinya menjadi cermin, bukan panggung. Solidaritas sosial tak cukup dirayakan. Ia harus diinstitusionalisasi—dalam kebijakan yang konsisten, data yang jujur, dan keberpihakan yang nyata pada kelompok paling rentan.***

Tags: bantuan sosialHKSN 2025kebijakan publikkelompok rentankemiskinan kotaPemkot Bandungsolidaritas sosial
Share222Tweet139Share56

Trending

Harga Sewa Kos di Bandung 2026
Ragam

Harga Sewa Kos di Bandung 2026, Daerah Ini Masih Terjangkau untuk Mahasiswa dan Karyawan

7 jam ago
umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

7 jam ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

16 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

17 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

18 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!