close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Rektor UPI Tawarkan Solusi Tepat Atasi Bullying

by Denny Surya
1 Januari 2026 - 05:15
Rektor UPI Tawarkan Solusi Tepat Atasi Bullying

Bandung, BandungOke — Fenomena perundungan atau bullying masih menjadi salah satu persoalan serius di dunia pendidikan Indonesia.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. menegaskan bahwa praktik bullying tak lagi bisa dianggap sekadar candaan remaja, karena dampaknya semakin nyata terhadap psikologis korban, bahkan berujung pada kehilangan nyawa.

RelatedPosts

AI Dianggap Teman Virtual, Rektor UPI Ingatkan Risiko pada Anak dan Remaja

Akses Digas, Mutu Jadi Tumbal, Pendidikan Jabar 2025 Diambang Krisis Kualitas

UPI Kibarkan Merah Putih di SEA Games 2025, Kampus Pendidikan Panen 14 Medali

Menurut Rektor, banyak kasus perundungan terjadi karena adanya kesalahpahaman dalam memaknai batasan perilaku yang layak dan tidak layak di lingkungan pendidikan.

“Kalau dua-duanya tertawa mungkin bukan bullying. Tapi kalau yang satu tertawa dan yang lain cemberut, itu sudah bisa masuk kategori bullying,” ujar Didi kepada wartawan belum lama ini.

Didi menuturkan, praktik bullying memang bukan fenomena baru. Sejak dulu bentuknya muncul dalam ejekan atau panggilan bernada merendahkan. Namun, perkembangan zaman membuat dampaknya semakin kompleks ketika dikaitkan dengan tekanan sosial, stigma, dan rasa rendah diri pada korban.

“Sekarang bullying sudah sangat menggelisahkan, bahkan sampai menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Fenomena ini, lanjutnya, bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi isu global yang mendapat perhatian serius di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Didi menilai, akar persoalan bullying terletak pada ketidaksamaan pemahaman mengenai definisi dan batasan perilaku perundungan.
Karena itu, ia mendorong adanya kesepahaman kolektif antara siswa, guru, orang tua, hingga pengelola sekolah dan kampus.

“Semua pihak harus tahu mana yang termasuk bullying dan mana yang bukan. Kalau pemahamannya sama, maka harus ada garis merah yang jelas dan sanksinya juga jelas,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mekanisme penanganan khusus, baik di sekolah maupun perguruan tinggi — mulai dari tim aduan, pendampingan psikologis, hingga pelibatan orang tua dalam setiap proses penyelesaian kasus.

“Ini bukan hanya tanggung jawab guru atau kepala sekolah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.***

Tags: bullyingkampuspendidikanperundunganpsikologi siswarektor upisekolah
Share220Tweet137Share55

Trending

Elon Musk Uji Tampilan Baru X, Dorong AI Grok Jadi Otak Rekomendasi
Pendidikan

AI Dianggap Teman Virtual, Rektor UPI Ingatkan Risiko pada Anak dan Remaja

19 menit ago
PSO KAI Jadi Denyut Mobilitas Hijau Indonesia, Jalankan Misi Ekonomi di Atas Rel
Jawa Barat

Lonjakan Penumpang Kereta di Bandung Tembus 282 Ribu, Okupansi Nataru Capai 113 Persen

53 menit ago
Rektor UPI Tawarkan Solusi Tepat Atasi Bullying
Pendidikan

Rektor UPI Tawarkan Solusi Tepat Atasi Bullying

2 jam ago
2.602 Sopir Angkot Bandung Diliburkan, Terima Kompensasi Rp500 Ribu
Kota Bandung

2.602 Sopir Angkot Bandung Diliburkan, Terima Kompensasi Rp500 Ribu

13 jam ago
Ini Alasan KAI Ubah Jadwal Commuter Line Walahar 1 Desember 2025
Jawa Barat

Perketat Pengamanan Malam Tahun Baru, KCI Awasi Jenis Barang Bawaan Ini!

13 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam