BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Perilaku Mobilitas Berubah, Access by KAI Jadi Kanal Utama Pembelian Tiket

Andriansyah
7 Januari 2026 - 09:37
Perilaku Mobilitas Berubah, Access by KAI Jadi Kanal Utama Pembelian Tiket



Jakarta, BandungOke -Tren mobilitas masyarakat pada periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menegaskan satu hal yakni digitalisasi sudah menjadi pintu utama layanan transportasi.

Sepanjang 18 Desember 2025–4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 4.179.095 pelanggan — tumbuh 12,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

RelatedPosts

Arus Mudik Lebaran 2026 Tembus Rekor Tertinggi, One Way Nasional Berlaku

Nurani Astra Kirim Ambulans dan Alkes untuk Pemulihan Sumatra

Mudik Aman Berbagi Harapan, PTDI Fasilitasi Pemudik ke Kampung Halaman

Yang paling menonjol, 3.432.968 pelanggan atau 75,12 persen tiket dibeli melalui Access by KAI. Angka ini bukan sekadar capaian teknis, melainkan penanda perubahan gaya hidup mobilitas masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang bukan hanya sebagai kanal transaksi.

“Access by KAI kami kembangkan untuk memudahkan pelanggan mengatur perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian, reschedule, hingga pembatalan tiket tanpa harus datang ke stasiun,” ujar Anne. Rabu (7/1)

Di tengah penetrasi digital yang semakin dalam, KAI mengembangkan aplikasi sebagai ekosistem layanan perjalanan. Di dalamnya, pelanggan dapat mengakses pemesanan hotel, E-Porter, pembayaran listrik, hingga konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.

Anne menambahkan Ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi tentang bagaimana kami menghadirkan pengalaman perjalanan yang utuh dalam satu genggaman.

Digitalisasi juga masuk ke aspek efisiensi operasional. Fitur Carbon Footprint dan face recognition boarding kini tersedia di 22 stasiun, mempercepat proses naik kereta terutama pada periode lonjakan penumpang.

Pada periode Nataru, kereta jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau 122,9 persen dari kapasitas. Sementara kereta lokal melayani 786.656 pelanggan dengan tingkat keterisian 105,6 persen — dipengaruhi pola perjalanan naik-turun penumpang di banyak stasiun.

Anne menilai digitalisasi memberi ruang bagi pelanggan merencanakan perjalanan secara lebih terukur.

“Kami melihat digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan terukur,” jelasnya.

Transformasi digital KAI kini memasuki fase konsolidasi: memperluas integrasi, menjaga pengalaman perjalanan, dan menjadikan kereta api bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat modern.

“Ke depan, KAI akan terus memperkuat layanan digital serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan,” tutup Anne.***

Tags: Access by KAIdigitalisasi transportasiekonomi digitalkailayanan kereta apimobilitas Natarutransportasi publik
Share224Tweet140Share56

Trending

Harga Sewa Kos di Bandung 2026
Ragam

Harga Sewa Kos di Bandung 2026, Daerah Ini Masih Terjangkau untuk Mahasiswa dan Karyawan

3 jam ago
umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

4 jam ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

13 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

14 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

14 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!