BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Vaksin Influenza untuk Satgas di Daerah Bencana, Pencegahan atau Strategi Simbolik Pemulihan?

Denny Surya
7 Januari 2026 - 16:21
Vaksin Influenza untuk Satgas di Daerah Bencana, Pencegahan atau Strategi Simbolik Pemulihan?



Sumedang, BandungOke — Program vaksinasi influenza untuk 1.134 praja dan pegawai IPDN yang diberangkatkan sebagai Tim Satgas Kemendagri ke Aceh Tamiang menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mempercepat pemulihan layanan publik pasca bencana.

Bio Farma menyatakan telah menyediakan lebih dari 1.000 dosis vaksin influenza untuk kebutuhan tersebut.

RelatedPosts

Arus Mudik Lebaran 2026 Tembus Rekor Tertinggi, One Way Nasional Berlaku

Nurani Astra Kirim Ambulans dan Alkes untuk Pemulihan Sumatra

Mudik Aman Berbagi Harapan, PTDI Fasilitasi Pemudik ke Kampung Halaman

Langkah ini penting, namun juga membuka ruang pertanyaan apakah vaksinasi influenza cukup menjawab kompleksitas risiko kesehatan di wilayah bencana? Ataukah ia lebih berfungsi sebagai simbol kesiapan birokrasi negara?

Mandat Pemulihan Layanan Publik

Rektor IPDN, Halilul Khairi, menegaskan bahwa pengerahan praja dan pegawai merupakan mandat langsung dari Kementerian Dalam Negeri.

Ia menyebut tugas utama Satgas adalah mengaktifkan kembali fungsi pemerintahan dasar di wilayah terdampak.

“Sesuai arahan dari Menteri Dalam Negeri, kami mendapat mandat untuk menurunkan praja serta pegawai pendamping dari IPDN sebanyak 1.134 personil ke Aceh Tamiang untuk mengaktifkan kembali layanan publik yang terdampak bencana, seperti kantor pemerintahan, layanan kesehatan, dan pendidikan. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya bagi perlindungan kesehatan Tim Satgas Kemendagri selama bertugas di sana,” kata Halilul. Rabu (7/1)

BandungOke mencatat Aceh Tamiang sebagai wilayah pascabencana hingga saat ini menghadapi persoalan klasik yakni akses air bersih, kepadatan pengungsian, sanitasi buruk, dan minim fasilitas kesehatan.

Dalam konteks itu, risiko penyakit infeksi pernapasan termasuk influenza memang meningkat.

Namun persoalannya lebih struktural, dimana bencana memicu penurunan daya tahan tubuh masyarakat, pengungsi menghadapi kelelahan dan stres berkepanjangan dan distribusi logistik kesehatan sering tidak merata.

Program vaksinasi untuk Satgas hadir di tengah situasi tersebut. Memberi proteksi pada petugas, namun belum tentu menjawab kebutuhan kesehatan warga pengungsi secara langsung.

Bio Farma: Proteksi Preventif untuk Petugas Lapangan

Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal, menyatakan vaksinasi influenza diproyeksikan sebagai upaya perlindungan bagi tim yang bekerja di lapangan.

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi preventif bagi tim Satgas yang rentan terpapar penyakit selama bertugas di daerah bencana. Melalui kegiatan vaksinasi ini, kami berharap para petugas dapat secara optimal mempercepat pemulihan pasca bencana, dan layanan publik segera aktif kembali di daerah bencana,” terang Kamelia.

Bio Farma menegaskan komitmen bersinergi dengan pemerintah dalam pemulihan bencana.

Di satu sisi, langkah ini memperlihatkan peran BUMN farmasi dalam kebijakan kesehatan publik.

Namun di sisi lain, belum tampak kejelasan apakah vaksinasi influenza juga diberikan pada tenaga kesehatan lokal, atau

masyarakat pengungsi juga menjadi sasaran perlindungan serupa.

Pertanyaan ini penting sebab risiko penularan influenza paling besar justru muncul di area pengungsian, bukan hanya pada aparat negara.

Influenza sebagai Ancaman Epidemi di Wilayah Krisis

Influenza memang kerap menjadi penyakit yang mudah menyebar di zona bencana.

Lingkungan lembab, kurang gizi, dan kepadatan tempat tinggal pengungsi mempercepat transmisi virus.

Bio Farma menyebut ini sebagai alasan dasar program vaksinasi. Namun, pendekatan kesehatan di daerah bencana seharusnya berjalan dalam satu paket yakni pemenuhan sanitasi dan air bersih, penyediaan layanan kesehatan primer dan pemeriksaan epidemiologi berbasis kebutuhan warga.

Vaksin influenza untuk Satgas dapat dinilai penting tetapi keadilan akses kesehatan bagi warga terdampak tetap menjadi isu utama.***

Tags: aceh tamiangbencana hidrometeorologibio farmaipdnpemulihan layanan publiksatgas kemendagrivaksin influenza
Share224Tweet140Share56

Trending

Harga Sewa Kos di Bandung 2026
Ragam

Harga Sewa Kos di Bandung 2026, Daerah Ini Masih Terjangkau untuk Mahasiswa dan Karyawan

7 jam ago
umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

8 jam ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

16 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

18 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

18 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!