BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Program Sirkular Bandung Sebuah Ambisi Besar dengan Fondasi Rapuh

Abdul Hadi
10 Januari 2026 - 18:22
Program Sirkular Bandung Sebuah Ambisi Besar dengan Fondasi  Rapuh



BANDUNG, BandungOke — Pemerintah Kota Bandung mulai menggaungkan program sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, urban farming, dan pemenuhan gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat).

Namun, pengakuan bahwa program ini “belum resmi” berjalan justru mengisyaratkan satu hal: kebijakan besar ini masih bertumpu pada eksperimen lapangan, bukan sistem yang mapan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui tantangan utama program ini adalah belum meratanya keberadaan Dahsat di tingkat RW.

RelatedPosts

Bandung Zoo Punya Pengelola Baru, Karyawan Tegaskan Siap Bekerja Profesional

121 Karyawan Siap Sambut Pengelola Baru Bandung Zoo

Resmi! Fauna Land Ancol Kuasai Bandung Zoo, Pemkot Janjikan Era Baru Konservasi

“Kalau Buruan Sae dan pengolahan sampah, rata-rata di kelurahan sudah ada. Yang sekarang kita pastikan dulu adalah dapur sehat atasi stunting di tingkat kelurahan,” ujar Farhan, Sabtu (10/1)

Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa integrasi antarsektor—lingkungan, pangan, dan kesehatan—belum sepenuhnya sinkron. Padahal, konsep sirkular menuntut rantai yang utuh, bukan simpul-simpul yang berjalan sendiri-sendiri.

Masalah lain muncul di wilayah dengan keterbatasan lahan. Farhan menyebut Pemkot akan menyiapkan skema khusus bagi kelurahan padat.

“Memang ada beberapa kelurahan yang kesulitan lahan. Nah, ini nanti ada penanganan khusus, tidak bisa disamakan dengan kelurahan yang lahannya memadai,” katanya.

Namun, hingga kini, skema khusus itu masih berada di level wacana. Tanpa desain kebijakan yang rinci, program sirkular berisiko hanya menjadi etalase kebijakan hijau tanpa daya ungkit struktural.

Secara konsep, alur yang ditawarkan Pemkot cukup progresif: sampah organik diolah menjadi kompos, digunakan untuk urban farming, hasil panen dimanfaatkan dapur sehat, lalu sisa dapur kembali diolah.

“Sebetulnya masing-masing program sudah berjalan sendiri-sendiri. Tinggal kita buat pola integrasinya saja,” kata Farhan.

Masalahnya, justru di kata “tinggal” itulah tantangan terbesar berada. Integrasi kebijakan lintas sektor di level kota membutuhkan regulasi, anggaran, dan indikator kinerja yang jelas—bukan sekadar niat baik.

Di tingkat makro, Pemkot Bandung juga berencana mengirim sampah ke pabrik RDF di luar kota sebagai bahan bakar alternatif industri.

“Banyak pabrik besar, terutama yang pakai mesin uap, itu pakai batu bara. Untuk mengurangi biaya, mereka membangun fasilitas RDF. Ke sanalah sampah kita kirim,” ujar Farhan.

Kebijakan ini berpotensi mengurangi beban TPA, tetapi juga memunculkan pertanyaan: apakah Bandung sedang membangun kemandirian pengelolaan sampah, atau sekadar memindahkan masalah ke wilayah lain?

Program sirkular Pemkot Bandung berada di persimpangan. Ia bisa menjadi model kebijakan lingkungan dan ketahanan pangan perkotaan, atau justru terjebak sebagai jargon kebijakan tanpa eksekusi solid. Jawabannya bergantung pada satu hal: keberanian Pemkot mengubah eksperimen menjadi sistem.

Tags: kebijakan Pemkot Bandungketahanan panganpengelolaan sampahurban farming
Share224Tweet140Share56
ADVERTISEMENT

Trending

Bandung Zoo Punya Pengelola Baru, Karyawan Tegaskan Siap Bekerja Profesional
Kota Bandung

Bandung Zoo Punya Pengelola Baru, Karyawan Tegaskan Siap Bekerja Profesional

5 jam ago
Lonjakan Penumpang Libur Sekolah Diantisipasi, KAI Sumbar Cek Infrastruktur Kereta
Nasional

Lonjakan Penumpang Libur Sekolah Diantisipasi, KAI Sumbar Cek Infrastruktur Kereta

7 jam ago
PTDI Dukung Lansia Tetap Sehat dan Aktif Lewat Program Pemeriksaan Gratis
Ragam

PTDI Dukung Lansia Tetap Sehat dan Aktif Lewat Program Pemeriksaan Gratis

1 hari ago
121 Karyawan Siap Sambut Pengelola Baru Bandung Zoo
Kota Bandung

121 Karyawan Siap Sambut Pengelola Baru Bandung Zoo

1 hari ago
Permintaan Melonjak, KA Cikuray Garut-Jakarta Cetak Okupansi di Atas 100 Persen
Ekbis

Permintaan Melonjak, KA Cikuray Garut-Jakarta Cetak Okupansi di Atas 100 Persen

1 hari ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!