BandungOKE
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!Baru
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Teknologi Pertanian Alumnus ITB Jadi Model Swasembada Pangan

Denny Surya
10 Januari 2026 - 07:47
Teknologi Pertanian Alumnus ITB Jadi Model Swasembada Pangan



KARAWANG, BandungOke — Nama Heri Sunarto mendadak mencuat ke panggung nasional. Alumnus Teknik Mesin ITB angkatan 1989 itu diganjar Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 7 Januari 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan di tengah Panen Raya dan pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025—sebuah momentum politik sekaligus simbolik bagi sektor pertanian Indonesia.

RelatedPosts

QS WUR 2026: UPI Peringkat 101–150 Dunia Education Training

Unpad Berduka, Guru Besar Kedokteran Prof Rachmat Soelaeman Wafat

Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka Rabu Sore, Rebutan Kursi PTN Makin Sengit

Penghargaan itu bukan sekadar medali. Ia menandai pengakuan negara terhadap praktik pertanian berbasis teknologi terapan yang dikembangkan Heri selama bertahun-tahun jauh dari publikasi, namun bekerja senyap di lahan yang sebelumnya dianggap tak produktif.

Alih-alih mengandalkan ekspansi lahan, Heri memilih jalan berbeda yakni  dengan memadatkan fungsi produksi dalam satu sistem terpadu berbasis zero waste.

Tanaman pangan, hortikultura, peternakan unggas, perikanan, hingga pengolahan limbah dirajut dalam satu siklus yang saling menghidupi. Tidak ada residu yang terbuang. Semua diolah ulang menjadi nilai tambah.

“Kunci pertanian masa depan adalah efisiensi dan keberlanjutan. Limbah harus menjadi sumber daya, bukan masalah,” kata Heri Sunarto, menjelaskan prinsip dasar sistem yang ia kembangkan dikutip Sabtu (10/1)

Pendekatan itu relevan di tengah krisis lahan dan tekanan kebutuhan pangan nasional. Heri mengembangkan vertical farming terpadu dimana lapisan atas ditanami cabai dan jahe, bagian tengah diisi kandang ayam, sementara limbahnya dialirkan ke lapisan bawah untuk budidaya maggot dan kolam mina.

Maggot menjadi pakan ikan dan unggas, sedangkan kolam berfungsi sebagai “pabrik pupuk organik” yang bekerja nyaris tanpa henti.

Model ini bukan sekadar eksperimen teknis. Ia memadukan disiplin teknik mesin, farmasi, dan mikrobiologi—mulai dari pemanfaatan mikroba untuk pakan ikan hingga penggunaan pupuk ramah lingkungan. Hasilnya adalah sistem pertanian berbiaya rendah, minim limbah, dan relatif tahan terhadap fluktuasi harga input produksi.

Di level kebijakan, praktik Heri sejalan dengan narasi besar swasembada pangan yang kini kembali dikumandangkan pemerintah. Presiden Prabowo, dalam sambutannya, menegaskan bahwa capaian swasembada tidak lahir dari kebijakan di atas kertas semata.

“Keberhasilan swasembada pangan adalah hasil kerja bersama—pemerintah, akademisi, dan para petani yang bekerja langsung di lapangan,” ujar Presiden Prabowo Subianto belum lama ini.

Selain Heri, Presiden juga menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta tanda kehormatan kepada penyuluh dan praktisi pertanian dari berbagai daerah. Namun, kisah Heri menonjol karena menunjukkan bagaimana ilmu teknik bisa bermetamorfosis menjadi solusi pangan, bukan berhenti sebagai teori kampus.

Sebagai alumnus ITB, Heri mengembangkan sedikitnya enam inovasi utama: kebun vertikal, peternakan ayam, pertanian tanaman pangan, pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak besar, peternakan sapi dan kerbau, serta sistem pengelolaan limbah berbasis simbiosis mutualisme. Seluruhnya dirancang dalam satu pola industri pertanian yang efisien dan berkelanjutan.

Penghargaan negara kepada Heri Sunarto menjadi sinyal penting: pertanian tak lagi dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan ruang inovasi teknologi yang menuntut presisi, integrasi ilmu, dan keberanian bereksperimen. Di tengah krisis iklim dan penyempitan lahan, model seperti ini bukan pelengkap—melainkan kebutuhan.

Lebih dari sekadar prestasi personal, kisah Heri adalah cermin tentang bagaimana ilmu terapan bisa bekerja untuk negeri, jika diberi ruang, keberpihakan, dan keberanian untuk keluar dari pola lama.***

Tags: inovasi panganITBpertanianswasembada panganteknologi pertanian
Share222Tweet139Share56

Trending

Harga Sewa Kos di Bandung 2026
Ragam

Harga Sewa Kos di Bandung 2026, Daerah Ini Masih Terjangkau untuk Mahasiswa dan Karyawan

5 jam ago
umkm
Berita

UMKM Jangan Santai, Salah Kecil Soal Pajak Bisa Berujung Denda hingga Pidana

6 jam ago
Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan
Ragam

Hidayat Nur Wahid Ungkap Asal-usul Halal Bihalal dan Konteks Kebangsaan

15 jam ago
Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026
Berita

Pengajuan KUR BRI di Bandung 2026 Bisa Online, Ini Syarat dan Cara Lengkapnya

16 jam ago
Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot
Kota Bandung

Nina Fitriana Desak Pemkot Bandung Percepat Transformasi Angkot

16 jam ago
  • Redaksi
  • About
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Dewan Pers
  • Advertise
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Dengar Radio!