Sukabumi, BandungOke – Pemilihan Sukabumi sebagai lokasi temu kader MBG 3B bukan kebetulan.
Jawa Barat, provinsi dengan jumlah Tim Pendamping Keluarga (TPK) terbesar di Indonesia ini, bukan hanya peserta, melainkan penentu keberhasilan nasional.
Menteri Wihaji menjelaskan secara gamblang posisi strategis Jawa Barat.
“Dari total 597.692 TPK di seluruh Indonesia, Jawa Barat menjadi salah satu yang paling besar. Kabupaten Sukabumi sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa, dengan 47 kecamatan, 380 desa, dan lima kelurahan,” ujarnya dikutip Selasa (13/1)
Dengan skala sebesar itu, satu kesalahan di Jawa Barat bisa berdampak sistemik terhadap statistik nasional. Itulah sebabnya MBG 3B dikawinkan dengan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai penopang sosial di luar APBN.
“Alhamdulillah, penurunan stunting di Jawa Barat cukup luar biasa. Ini hasil kerja bersama pemerintah daerah, kader, dan seluruh elemen,” kata Wihaji.
Namun data mikro menunjukkan tantangan nyata. Di Sukabumi, baru 3.226 sasaran di Kecamatan Kabandungan yang tercatat menerima manfaat MBG 3B. Angka ini masih sangat kecil dibanding populasi sasaran di kabupaten tersebut.
Bupati Sukabumi menyatakan pemerintah daerah akan menopang penuh kebijakan pusat.
“Kami di Kabupaten Sukabumi berkomitmen penuh mendukung MBG 3B melalui berbagai kegiatan. Melalui temu kader ini, saya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi.
Mari jadikan tantangan di lapangan sebagai penyemangat untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.
Namun dalam perspektif kebijakan publik, Sukabumi kini bukan sekadar daerah pelaksana. Ia adalah laboratorium nasional bagi Perpres 115. Jika distribusi MBG 3B gagal di wilayah sebesar ini, yang runtuh bukan hanya reputasi daerah melainkan kredibilitas negara dalam menjamin hak dasar gizi bagi ibu dan anak.***






