Bandung, BandungOke – Wali Kota Bandung kembali mengingatkan pentingnya keselamatan warga dari pohon tumbang dan septic tank di bantaran sungai.
Namun pernyataan normatif ini justru menggarisbawahi lemahnya sistem mitigasi bencana kota.
“Pemangkasan pohon ini harus disurvei dan disupervisi dulu. Tidak bisa main potong begitu saja,” kata Farhan.
Pernyataan itu benar secara teknis, tetapi di lapangan warga sudah lama mengeluhkan lambannya respons Pemkot saat pohon rawan tumbang mengancam rumah dan jaringan listrik.
Farhan juga menyoroti septic tank di bantaran sungai. “Kalau ditaruh di pinggir sungai, nanti air naik bisa kebawa arus.” ujarnya.
Masalahnya, praktik itu terjadi karena ketiadaan sistem sanitasi kota yang layak, bukan semata kesalahan warga. Ketika negara gagal menyediakan jaringan limbah terpadu, warga dipaksa membangun solusi darurat di lokasi berbahaya.
Lurah Lebak Siliwangi bahkan mengungkap pos kamling yang berada di atas sungai harus dibongkar.
“Pos kamling yang berada di atas sungai itu sebaiknya dibongkar saja demi keselamatan.”katanya.
Bandung sedang menghadapi krisis tata ruang dan mitigasi bencana. Namun respons pemerintah masih bersifat reaktif, bukan berbasis perencanaan jangka panjang.***





