close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Penertiban Tunawisma Bandung, Antara Ketertiban dan Kemanusiaan

by Abdul Hadi
14 Januari 2026 - 13:44
Penertiban Tunawisma Bandung, Antara Ketertiban dan Kemanusiaan

Bandung, BandungOke – Penertiban tunawisma di Kota Bandung kembali mengemuka. Pemerintah kota menyebut langkah ini penting demi ketertiban dan wajah kota.

Namun di balik trotoar yang ingin ditata rapi, ada persoalan struktural kemiskinan yang belum tuntas.

RelatedPosts

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

Larangan Teknologi Termal Kecil, Ujian Serius Kebijakan Sampah Bandung

Zero Defecation Bandung Terancam Jadi Label, Pemkot Diminta Konsisten

Sri (43), seorang tunawisma yang biasa tidur di kawasan Saparua, Jalan Banda, hingga Jalan Riau, mengaku datang ke Bandung untuk mencari pekerjaan.

“Saya merantau karena mau cari kerja, tapi susah. Yang penting bisa ngasih nafkah buat anak,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.

Baginya, jalanan bukan pilihan, melainkan keterpaksaan. Ia berharap negara hadir bukan hanya dengan penertiban, tetapi juga perlindungan hak dasar.

“Harapan saya, pemerintah bisa membantu orang-orang yang enggak mampu, supaya anak-anak bisa tetap sekolah,” katanya.

Sebagian warga mendukung penertiban karena alasan keselamatan dan ketertiban. Syahrul, warga Tubagus Ismail, menilai keberadaan tunawisma di pinggir jalan rawan kecelakaan.

“Kalau di pinggir jalan itu rawan, takutnya kenapa-kenapa. Jadi penertiban memang perlu supaya lebih tertib,” ujarnya.

Namun dukungan itu bersyarat. Warga menuntut solusi nyata, bukan sekadar pemindahan lokasi.

“Mereka jangan cuma dipindahin. Harus dikasih solusi, misalnya rumah susun, rumah subsidi, atau pelatihan kerja,” kata Syahrul.

Ayu, warga Ciwastra, menyoroti dampak sosial dan citra kota, terutama bagi wisatawan.

“Setuju ditertibkan, tapi harus dibarengi dengan pemberdayaan. Dikasih rumah susun, pelatihan-pelatihan, supaya mereka bisa mandiri,” ujarnya.

Nada serupa datang dari Tintin, warga Bandung lainnya. Menurutnya, penanganan tunawisma tak bisa dilepaskan dari empati.

“Keindahan kota memang terganggu, tapi kasihan juga mereka. Kalau ditertibkan harus dikasih tempat dan pekerjaan,” tuturnya.

Dari lapangan, petugas kebersihan DLH Kota Bandung merasakan langsung dampaknya. “Mengganggu juga pas nyapu, tapi kita tunggu dulu kalau masih ada yang tidur,” katanya.

Ia berharap pemerintah membuka akses kerja bagi tunawisma.

“Kalau ada kerjaan, dikasih kerjaan. Kasihan, apalagi yang bawa anak,” ujarnya.

Penertiban tanpa skema hunian, pekerjaan, dan jaminan sosial hanya akan memindahkan tunawisma dari satu sudut kota ke sudut lainnya.

Di titik ini, Pemkot Bandung diuji: membangun kota yang rapi secara visual, atau kota yang adil secara sosial.***

Tags: kebijakan sosial Pemkot Bandungkemiskinan kotamasalah sosial perkotaanpenertiban kotatunawisma Bandung
Share221Tweet138Share55

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

2 hari ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

2 hari ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

2 hari ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

3 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

3 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam