close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Ratusan Perlintasan Ditutup, KAI Tekan Risiko Kecelakaan dan Biaya Sosial

by Denny Surya
16 Januari 2026 - 14:09
Ratusan Perlintasan Ditutup, KAI Tekan Risiko Kecelakaan dan Biaya Sosial

Jakarta, BandungOke – Penutupan perlintasan sebidang bukan sekadar urusan teknis keselamatan, melainkan investasi jangka panjang dalam efisiensi ekonomi transportasi.

Sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menutup 316 perlintasan sebidang berisiko sebagai bagian dari strategi menekan kecelakaan, kerugian sosial, serta gangguan operasional perjalanan kereta api.

RelatedPosts

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

Perlintasan Sebidang KA Masih Rawan, Keselamatan Publik Jadi Taruhan

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, hingga kementerian terkait.

KAI memosisikan keselamatan sebagai prasyarat utama kelancaran logistik dan mobilitas publik.

Di saat bersamaan, perusahaan pelat merah ini memperkuat pendekatan edukasi publik. Sepanjang 2025, KAI menggelar 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan, 212 edukasi ke sekolah, 687 pemasangan spanduk keselamatan, serta 655 kegiatan TJSL di sekitar stasiun dan jalur rel.

Upaya ini diarahkan untuk membentuk perilaku disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa sistem keselamatan tidak akan efektif tanpa kepatuhan pengguna jalan.

“Kami mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak di palang pintu, mematuhi rambu, dan menunggu hingga benar-benar aman sebelum melintas. Tindakan sederhana ini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan,” ujar Anne dikutip Jumat (16/1)

Selain menutup perlintasan, KAI juga menertibkan 52 bangunan liar yang berdiri di area Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA). Area ini merupakan ruang vital operasional dan perawatan rel yang harus steril demi menjamin keandalan perjalanan.

Menurut Anne, penertiban tidak dilakukan semata-mata sebagai penegakan aturan.

“Penertiban kami lakukan dengan pendekatan humanis dan kolaboratif. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang aman dan tertib bagi semua, bukan sekadar menegakkan aturan,” katanya.

KAI juga melibatkan komunitas sebagai pengungkit perubahan perilaku. Hingga akhir 2025, tercatat 56 komunitas railfans dengan 6.455 anggota, yang terlibat dalam 1.509 kegiatan kampanye keselamatan.

“Kami percaya, budaya selamat tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan bersama,” kata Anne.

Bagi KAI, keselamatan bukan hanya isu operasional, melainkan fondasi ekonomi transportasi yang menentukan keandalan layanan, kepercayaan publik, dan keberlanjutan bisnis perkeretaapian.***

Tags: ekonomi transportasiInfrastruktur PublikkaiKeselamatan Perkeretaapianperlintasan sebidangTransportasi Nasional
Share221Tweet138Share55

Trending

KAI Daop 2 Tambah 4 KA untuk Nataru, Antisipasi Lonjakan Penumpang
Jawa Barat

Tiket KA Lebaran 2026 Resmi Dijual Bertahap Mulai 25 Januari

7 jam ago
Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar
Kota Bandung

Puskesmas Garuda Buka 24 Jam, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Kian Longgar

11 jam ago
Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia
Nasional

Toyota New Veloz Hybrid EV: Tantangan Baru di Pasar MPV Indonesia

14 jam ago
Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga
Nasional

Stasiun Jatake Siap Beroperasi, Keselamatan Jadi Kunci Mobilitas Warga

1 hari ago
Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik
Jawa Barat

Perlintasan Sebidang Masih Rawan,  Bukti Lemahnya Kebijakan Keselamatan Publik

1 hari ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam