Tangerang, BandungOke — Kehadiran Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menandai babak baru mobilitas warga penyangga Jakarta.
Namun di balik optimisme peningkatan akses transportasi, ada satu prasyarat yang tak bisa ditawar yakni keselamatan.
Stasiun yang dijadwalkan beroperasi akhir Januari 2026 ini berada di lintas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, salah satu koridor tersibuk yang menopang pergerakan harian pekerja, pedagang, dan pelaku usaha.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Kabupaten Tangerang dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen berada pada usia produktif—kelompok yang sangat bergantung pada transportasi massal.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut karakter demografi ini menjadi dasar perencanaan Stasiun Jatake.
“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif. Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” ujar Anne dalam keterangan persnya Kamis (22/1)
Tren pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung memperkuat urgensi itu. Setelah sempat anjlok saat pandemi, jumlah pengguna melonjak hingga 77,55 juta orang sepanjang 2025.
Angka tersebut menegaskan bahwa kereta komuter bukan lagi sekadar moda alternatif, melainkan tulang punggung mobilitas ekonomi harian.
Namun peningkatan volume penumpang juga berarti peningkatan risiko jika aspek keselamatan diabaikan.
Pemerintah dan operator transportasi dituntut memastikan bahwa simpul baru seperti Stasiun Jatake tidak hanya fungsional dan ekonomis, tetapi juga aman—baik di area stasiun maupun di jalur perlintasan yang terhubung dengannya.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk, mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
Dengan kapasitas hingga 20.000 penumpang per hari, bangunan tiga lantai ini dilengkapi fasilitas parkir dan dirancang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
Saat ini, stasiun masih menjalani uji fungsi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan—tahap krusial untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi sebelum operasional dimulai.
“Stasiun Jatake memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta,” kata Anne.***






