close
RCAST.NET
HOT
BandungOKE
No Result
View All Result
BandungOKE
No Result
View All Result

Badai Kabut–Bintang Rawa, Kisah Haru dan Ketangguhan PDW Wanadri 2025

by Denny Surya
28 Januari 2026 - 09:48
Badai Kabut–Bintang Rawa, Kisah Haru dan Ketangguhan PDW Wanadri 2025

Subang, BandungOke — Alam tak pernah berdusta. Ia tak memberi keringanan, tak pula bernegosiasi.

Di tengah hujan, kabut, dan medan yang menguji batas tubuh, Pendidikan Dasar Wanadri (PDW) 2025 mengukir kisah tentang ketangguhan, pengorbanan, dan pilihan hidup anak-anak muda yang menolak jalan mudah.

RelatedPosts

Tanpa APBN, Stasiun Jatake Perkuat Ekosistem Commuter Line BSD

Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan Tutup PDW 2025, Tempa Pemuda Pantang Menyerah

Pascagempa Pacitan, Seluruh Perjalanan Kereta Api Kembali Normal

PDW 2025 berlangsung sejak 27 Desember 2025 hingga 25 Januari 2026, dan resmi ditutup pada Minggu, 25 Januari 2026, di Bukanagara, Kabupaten Subang.

Upacara penutupan dipimpin Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M. (W-167 WK) yang bertindak selaku Inspektur Upacara.

Angkatan ini diberi nama Badai Kabut – Bintang Rawa, sebuah penanda simbolik bagi perjalanan yang keras namun penuh cahaya harapan.

Pendidikan ini sejak awal bukan sekadar seleksi fisik. Ia adalah kawah candradimuka—tempat karakter diuji dan dibentuk. Dari 119 peserta awal, hanya 87 orang yang mampu bertahan hingga garis akhir.

Komandan Latihan PDW 2025, Rudi Mulyadi
Komandan Latihan PDW 2025, Rudi Mulyadi

Komandan Latihan PDW 2025, Rudi Mulyadi, tak menampik bahwa iklim ekstrem menjadi tantangan utama sepanjang pendidikan.

“Jumlah peserta awal kita mulai dari pendidikan dasar itu 119 orang. Terus kemudian saat berlangsung di kegiatan basic juga banyak yang mengundurkan diri, karena mungkin ini bicara mengenai masalah iklim juga, terus kemudian mengenai masalah waktunya juga pas kita pada musim yang ekstrim,” kata Rudi saat ditemui di lokasi acara, dikutip Rabu (28/1)

Namun bagi Wanadri, alam bukan hambatan melainkan guru. Tekanan cuaca dan medan justru menjadi alat pembentuk watak.

“Saya harap mereka (mampu) melewati seluruh kegiatan ataupun iklim yang ekstrim ini. Sehingga mereka lebih tangguh,” Tegasnya.

harapan kita, ujarnya ,selain setia dalam artian mereka memahami mengenai soft skill-nya, mereka juga memahami tentang ke-wanadri-nya.

Ketangguhan itu bukan untuk kebanggaan pribadi. Rudi menegaskan, ia menjadi bekal saat anggota Wanadri terjun ke medan sesungguhnya dari ekspedisi hingga misi kemanusiaan.

“Begitu menjadi Wanadri, mereka akan dihadapkan dengan berbagi kegiatan petualangan, SAR maupun kegiatan lainnya untuk hal-hal yang peduli kepada kemanusiaan,” katanya.

Rudi menegaskan kelulusan PDW bukan akhir. Justru ia adalah pintu masuk menuju pengabdian yang lebih panjang. Para Anggota Muda masih harus melewati masa pembinaan, pendidikan lanjutan, hingga ekspedisi besar.

“Setelah ini mereka akan berkegiatan pembinaan dan pengabdian. Mereka akan belajar lebih lanjut lagi. Mereka akan sekolah SAR, sekolah Gunung Hutan maupun sekolah Tebing terus kemudian mereka juga akan melakukan ekspedisi,” kata Rudi.

Ia mengingatkan, menjadi Wanadri menuntut kesiapan total—fisik, mental, dan logistik.

“Persiapkan fisik dan mental. Terutama ini kan kegiatan Wanadri ini tidak lepas dari kegiatan yang semuanya itu bergerak operasional. Mereka membutuhkan fisik yang kuat, mental yang kuat tidak lepas dari dukungan keuangan juga,” ujarnya.

Usia 19 Tahun dan Rindu yang Tak Pernah Hilang

Di antara barisan Badai Kabut – Bintang Rawa, ada Raja Ashamad, 19 tahun, peserta termuda PDW 2025.

Di usia ketika banyak remaja masih menimbang masa depan, Raja memilih hidup sebulan penuh di alam liar—menanggalkan kenyamanan, membawa ransel, dan menghadapi dirinya sendiri.

Motivasinya sederhana.

“Biar kita lebih paham tentang alam, terus dengan SAR juga, dan yang ya yang bersangkutan dengan alam aja, Mas. Dan kemanusiaan juga,” ujar Raja.

Alam mengajarinya banyak hal. Tentang ketahanan, persaudaraan, dan batas diri.

“Wah, saya ditempa di sana, dikuatkan oleh persaudaraan, ditempa oleh alam.” katanya.

Namun di balik cerita tentang daya tahan, ada sisi rapuh yang tak bisa disangkal. Rindu. Setiap malam.

“Iya, setiap malam saya suka ingat kan kebiasaan saya waktu malam tuh biasanya kalau di rumah suka ngobrol sama ayah kan. Suka kangen juga, nangis-nangis juga di sana,” ujar Raja lirih.

Ia pelajar PPI 1 Pajagalan Bandung. Usianya baru 19 tahun. “Usia 19 tahun, Kang,” katanya. “Iya, bisa jadi,” tambahnya ketika disinggung sebagai peserta termuda.

Ketika ditanya mengapa memilih jalan sekeras itu, jawabannya tak panjang, tak pula berbunga-bunga. “Biar jadi manusia berguna.” Katanya.

Di tengah budaya instan dan pencitraan cepat, PDW 2025 mencatat kisah sebaliknya. Tentang anak-anak muda yang memilih ditempa hujan dan kabut. Tentang air mata yang jatuh diam-diam di balik tenda.

Tentang karakter yang dibentuk perlahan, tanpa sorak-sorai. Di Bukanagara, Subang, alam telah berbicara. Dan Badai Kabut – Bintang Rawa menjawabnya dengan keteguhan.****

Tags: Kegiatan AlamkemanusiaanKepemudaanPDW 2025pendidikanSARSubangwanadri
Share221Tweet138Share55

Trending

Lurah Burangrang, Alinurdin SE., M.Ap didampingi Ketua RW 06 Arga Asmara saat memberikan paket MBG 3B kepada keluarga sasaran di Kelurahan Burangrang Kecamatan Lengkong. Rabu (28/1) Foto (Denny)
Kota Bandung

MBG 3B Masuk Burangrang, Kelurahan Bidik Penurunan Stunting

12 menit ago
Tanpa APBN, Stasiun Jatake Perkuat Ekosistem Commuter Line BSD
Nasional

Tanpa APBN, Stasiun Jatake Perkuat Ekosistem Commuter Line BSD

58 menit ago
Keselamatan Versus Ruang Hijau di Kebijakan Pemkot Bandung
Kota Bandung

Pemkot Bandung Tangani Kasus Bullying Sekolah dengan Pendekatan Hati-hati

3 jam ago
Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan  Tutup PDW 2025, Tempa Pemuda Pantang Menyerah
Nasional

Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan Tutup PDW 2025, Tempa Pemuda Pantang Menyerah

4 jam ago
Pengamanan Tahun Baru Bandung, Larangan Petasan dan Parkir Liar Jadi Fokus
Kota Bandung

Farhan Janji Kooperatif Jika Dipanggil Kejari

5 jam ago
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Kota Bandung
  • Jawa Barat
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Ragam