Bandung, BandungOke — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B mulai berjalan di Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Program yang menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui ini diharapkan menjadi intervensi nyata untuk menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di wilayah Kota Bandung.
Pelaksanaan MBG 3B di Burangrang kini memasuki minggu kedua. Distribusi dilakukan rutin setiap Senin hingga Sabtu melalui jaringan posyandu di tingkat RW. Total sebanyak 384 paket MBG disalurkan ke warga yang tersebar di 9 RW dan 11 posyandu.
“Tujuan utamanya tentu untuk menurunkan angka stunting. Karena memang angka stunting di wilayah kami masih cukup tinggi,” ujar Lurah Burangrang Alinurdin SE., M.Ap saat ditemui di sela kegiatan pembagian MBG, Rabu, 28 Januari 2026.
Alinurdin mengatakan, selama ini pemenuhan gizi warga rentan belum sepenuhnya tertutup oleh anggaran rutin dari Dinas Kesehatan, puskesmas, maupun kelurahan. Kehadiran MBG menjadi penguat intervensi gizi, terutama pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Dengan adanya MBG ini, yang pembagiannya dilakukan secara rutin setiap hari, mudah-mudahan bisa membantu menutup kekurangan pemenuhan gizi,” katanya.
Data kelurahan mencatat, jumlah penerima MBG 3B mencapai lebih dari 384 warga, dengan mayoritas berasal dari keluarga pekerja sektor informal seperti pedagang kecil, pegawai harian lepas, hingga buruh harian.
Di RW 06 saja, sekitar 30 warga tercatat sebagai penerima manfaat, termasuk balita. Namun, cakupan tersebut belum sepenuhnya memadai. Alinurdin mengakui masih ada warga yang belum terakomodasi dalam pendataan awal.
“Jumlah warga penerima sekitar 300 lebih, tepatnya 384 orang. Tapi setelah pembagian, ternyata masih banyak warga yang ingin dibantu juga,” ujarnya. Menurut dia, terdapat sekitar 10 hingga 20 warga tambahan yang mengajukan permohonan untuk ikut program.
Paket MBG 3B yang dibagikan berisi makanan kering bernutrisi, seperti susu, buah, dan biskuit, yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Distribusi melibatkan kader posyandu, pengurus RW, termasuk Ketua RW 06 Arga Asmara—serta perangkat kelurahan.
Kelurahan Burangrang juga menjalin koordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung.
Sebelumnya, wilayah ini telah mendapatkan dukungan program Dapur Dashat sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
“Harapan kami, dengan adanya MBG ini, pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui bisa terpenuhi dengan lebih baik. Dengan begitu, angka stunting di Kelurahan Burangrang bisa terus menurun,” kata Alinurdin.
Program MBG 3B sendiri dilaksanakan serentak di wilayah Bandung Raya sejak Januari 2026, dengan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
Pemerintah daerah berharap, intervensi berbasis komunitas ini mampu memastikan pemenuhan gizi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.***






