Jakarta, BandungOke — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan pada layanan Suite Class Compartment di awal 2026.
Sepanjang Januari, layanan kereta api premium ini melayani 4.273 pelanggan, tumbuh 74,1 persen dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 2.454 pelanggan.
Jika ditarik lebih jauh, kenaikan bahkan mencapai 89,5 persen dibanding Januari 2024.
Kinerja tersebut memperlihatkan akselerasi minat konsumen pada layanan transportasi berbasis kenyamanan dan privasi.
Di tengah pemulihan mobilitas dan meningkatnya perjalanan antarkota jarak jauh, segmen premium masih menunjukkan daya beli yang solid.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut tren itu menandai pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi.
“Pelanggan semakin mempertimbangkan kenyamanan personal, privasi, dan kualitas layanan sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan, terutama untuk relasi jarak jauh dengan durasi tempuh panjang,” ujar Anne dalam keterangan persnya, Rabu 4 Februari 2026
Layanan Suite Class Compartment pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023 di Stasiun Gambir. Dalam satu rangkaian kereta, KAI menyediakan 16 ruang privat dengan konsep eksklusif.
Setiap kompartemen dilengkapi pintu geser otomatis, kursi rebah hingga 180 derajat, fitur pijat dan penghangat kursi, sistem hiburan onboard, hingga layanan makanan lengkap.
Saat ini, layanan tersebut dioperasikan pada tiga relasi utama, yakni KA Bima dan KA Argo Semeru rute Gambir–Surabaya Gubeng (PP), serta KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi (PP).
Jalur ini dikenal sebagai koridor strategis dengan tingkat permintaan tinggi, terutama untuk perjalanan bisnis dan wisata.
Dari sisi ekonomi dan pariwisata, pertumbuhan pelanggan Suite Class sejalan dengan meningkatnya mobilitas wisatawan domestik.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat koridor Jakarta–Jawa Timur sebagai salah satu penggerak utama perjalanan wisata nasional, termasuk untuk kegiatan MICE.
Peningkatan trafik penumpang di segmen premium juga memberi efek berganda pada ekonomi daerah tujuan—mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga jasa pendukung perjalanan—yang ikut menopang dinamika ekonomi regional.
Anne menegaskan, KAI akan terus memantau pola permintaan sebagai dasar pengembangan layanan.
“Suite Class Compartment menjadi bagian dari strategi KAI dalam menghadirkan diferensiasi layanan dan memperkuat posisi kereta api sebagai moda pilihan perjalanan jarak jauh dengan standar kenyamanan tinggi,” kata dia.***






