Bandung, BandungOke – Antusiasme masyarakat terhadap perjalanan mudik Lebaran 2026 mulai terlihat dari laju penjualan tiket kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) menunjukkan tren positif sejak dibuka pada 25 Januari 2026.
Untuk periode keberangkatan awal Angkutan Lebaran, mulai 11 hingga 20 Maret 2026, sebanyak 42.344 pelanggan telah mengamankan tiket perjalanan dari wilayah Daop 2 Bandung.
Angka ini setara dengan okupansi 32,59 persen dari total kapasitas 129.920 tempat duduk yang disediakan dalam 10 hari tersebut.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung menyediakan rata-rata 12.992 tempat duduk per hari untuk layanan KA Jarak Jauh reguler dari berbagai stasiun.
Tingginya minat pemesanan sejak awal dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik lebih dini.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan pola pemesanan tahun ini cenderung lebih cepat dibandingkan periode reguler.
“Kami melihat minat pelanggan sangat tinggi sejak hari pertama penjualan dibuka. Banyak pelanggan langsung mengamankan tiket agar dapat bepergian sesuai jadwal yang diinginkan,” ujarnya di kutip Rabu, 4 Februari 2026.
KAI Daop 2 Bandung mencatat, Rabu ini merupakan hari penjualan tiket untuk keberangkatan 21 Maret 2026.
Untuk meningkatkan peluang mendapatkan tiket pada masa puncak Lebaran, KAI membagikan sejumlah strategi pemesanan, mulai dari memastikan akun Access by KAI telah terverifikasi, menyiapkan koneksi internet yang stabil, hingga masuk ke aplikasi atau laman booking.kai.id sebelum pukul 00.00 WIB saat tiket dibuka.
Pelanggan juga disarankan menyiapkan metode pembayaran non-tunai sejak awal agar proses transaksi berjalan lancar.
Selain itu, fleksibilitas dalam memilih tanggal keberangkatan atau relasi kereta dinilai dapat memperbesar peluang memperoleh tiket.
KAI mengingatkan masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan dan potensi penipuan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan kemudahan pemesanan tiket yang tersedia, agar mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman dan nyaman,” kata Kuswardojo.***






