Bandung, BandungOke – Angkatan Muda Siliwangi (AMS) kini memasuki fase menentukan.
Rapat Pimpinan Paripurna Pusat yang digelar di Bandung, Rabu (11/2/2026), bukan sekadar agenda rutin organisasi.
Melainkan penanda konsolidasi menuju Kongres XI di Kabupaten Karawang pada bulan Juni 2026 mendatang.
Tema yang diusung “Ngajangkepkeun patekadan, ngigelan kahayang jaman” menjadi sebuah merefleksikan kehendak untuk merapikan tekad sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.
Dalam Rapat Pimpinan Paripurna Pusat itu, pengurus menetapkan jadwal dan lokasi kongres, sekaligus mengesahkan sejumlah pengurus pergantian antar waktu.
“Ya, hari ini kita melaksanakan Rapat Pimpinan Paripurna Pusat AMS. Ini bagian prosedur sebelum kongres. Kongres itu ditentukan di Rapim,” ujar Penjabat (Pj) Ketua Umum PP AMS, Rully H. Alfiady usai acara. Rabu (11/2/2026) Malam.
Rully menuturkan, sebanyak 23 kabupaten/kota hadir, ditambah perwakilan Bali dan Sumatera Utara.
Sebagian peserta lain mengikuti secara daring. Konsolidasi organisasi disebut sebagai prioritas menjelang suksesi kepemimpinan periode 2026–2031.

Empat Figur, Satu Tantangan Zaman
Empat nama mencuat sebagai kandidat ketua umum yakni M. Zaenal Insan, Dudun Holidin, Euis Purnama, dan Rully H. Alfiady.
Namun lebih dari sekadar kontestasi figur, kongres kali ini dipandang sebagai momentum menentukan arah organisasi.
Rully menilai AMS tengah berproses keluar dari stigma lama yang terlalu identik dengan politik praktis.
Ia mengakui kebutuhan kader di tingkat distrik kini bergeser pada aspek ekonomi dan kemandirian.
“Tidak lagi pure politik, selama ini kan AMS selalu politik. Sekarang kita sudah mulai masuk ke wilayah bisnis karena itu juga kebutuhan teman-teman distrik,” kata Rully.
Ekonomi sebagai Poros Baru
Langkah konkret mulai dirintis. AMS menjalin komunikasi dengan Kementerian Desa untuk terlibat dalam seleksi dan pendampingan desa.
Organisasi juga menjajaki kerja sama bisnis dengan Malaysia, termasuk peluang distribusi produk dan fasilitasi kemitraan industri.
Di dalam negeri, AMS menyatakan komitmennya mengawal pelestarian kebun binatang agar tidak beralih fungsi.
Di sisi lain, organisasi ini juga diminta mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan ketahanan pangan.
“Saya diberikan lahan oleh Pak Dandim Majalengka 10 hektar untuk program ketahanan pangan. Setelah kongres ini baru kita realisasikan,” ujar Rully.
Baginya, transformasi ini bukan sekadar reposisi program, melainkan reposisi identitas.
“Hari ini insyaallah AMS tampil dengan wajah dan tampilan baru.” tegasnya.
Kongres di Karawang kelak bukan hanya memilih ketua umum. Ia akan menjadi ruang evaluasi, sejauh mana AMS mampu merajut kembali jejaring internalnya, sekaligus menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar historisnya sebagai bagian dari tradisi Siliwangi.***





