Bandung, BandungOke – Libur panjang Tahun Baru Imlek kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian atau pulang kampung.
Di tengah rumah yang ditinggalkan, risiko gangguan kelistrikan justru meningkat bila instalasi tidak dipastikan aman sejak awal.
PLN UID Jawa Barat mengingatkan pelanggan agar melakukan langkah pencegahan sederhana sebelum meninggalkan rumah.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengatakan pasokan listrik selama libur dipastikan dalam kondisi siaga.
Namun, keamanan di tingkat rumah tangga tetap menjadi faktor utama.
“Kami memastikan pasokan listrik di Jawa Barat tetap andal selama libur Imlek. Namun, keamanan instalasi listrik di rumah juga menjadi faktor penting,” ujar Sugeng dalam keterangan persnya, Sabtu (14/2/2026)
“Dengan langkah sederhana dan bijak menggunakan listrik, masyarakat dapat menikmati liburan dengan lebih tenang dan aman,” imbuhnya.
PLN menyarankan pelanggan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan seperti televisi, dispenser, rice cooker, dan pengisi daya.
Langkah ini tidak hanya mencegah korsleting, tetapi juga menghemat energi.
Selain itu, kompor listrik dan alat pemanas wajib dipastikan benar-benar mati.
Pemeriksaan instalasi juga penting dilakukan, terutama pada kabel terkelupas atau stop kontak longgar.
Pelanggan prabayar diminta memastikan token masih mencukupi, sementara pelanggan pascabayar diimbau melunasi tagihan sebelum jatuh tempo.
Bagi masyarakat yang merayakan Imlek di rumah dengan lampu dekoratif, PLN mengingatkan agar menggunakan produk berstandar dan menghindari colokan bertumpuk yang dapat memicu panas berlebih.
Jika terjadi gangguan listrik atau potensi bahaya seperti genangan di sekitar gardu dan tiang miring, pelanggan diminta segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.
Sugeng menegaskan, perayaan Imlek seharusnya berlangsung aman dan nyaman.
“Kami juga mengajak pelanggan menggunakan listrik secara bijak dan memastikan instalasi rumah dalam kondisi aman,” pungkasnya.***





