Bandung, BandungOke – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 membawa berkah sekaligus tantangan bagi layanan transportasi kereta api di Jawa Barat.
Di tengah dekorasi meriah dan atraksi barongsai, lonjakan penumpang selama libur panjang justru menyoroti persoalan klasik: keterbatasan kapasitas dan tingginya tekanan operasional.
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung mencatat 87.629 penumpang kereta jarak jauh selama lima hari long weekend Imlek.
Angka ini melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 67.510 kursi, dengan tingkat okupansi mencapai 129,1 persen.
Lonjakan tersebut terutama terjadi di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong yang menjadi simpul utama mobilitas penumpang.
Di kedua stasiun itu, volume keberangkatan dan kedatangan mencapai puluhan ribu pelanggan.
Tingginya okupansi menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi jarak jauh.
Namun di sisi lain, angka di atas 100 persen juga mencerminkan tekanan pada sistem layanan, termasuk pengaturan kursi tambahan, jadwal perjalanan, hingga kesiapan fasilitas stasiun.
Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menilai lonjakan ini menjadi indikator kuat perubahan pola mobilitas masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan melalui berbagai kegiatan tematik seperti perayaan Imlek ini,” ujarnya.
Di tengah peningkatan penumpang, KAI juga memanfaatkan momentum perayaan dengan dekorasi tematik dan atraksi barongsai di sejumlah stasiun.
Strategi ini bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari upaya memperkuat pengalaman pelanggan.
Meski demikian, tantangan utama tetap berada pada aspek kapasitas dan ketahanan layanan.
Dengan tren mobilitas yang terus meningkat, KAI dituntut mempercepat modernisasi infrastruktur, optimalisasi jadwal, serta penambahan sarana untuk menjaga kualitas layanan tetap stabil.***






